Senin, Juni 09, 2008

Perang Striker!

Swiss vs Turki
Stadion St Jakob Park, Kamis (12/6)

Pukul 01.45 WIB

AWAL yang buruk. Itulah yang telah dialami tim tuan rumah Swiss dan Turki, saat harus menerima kekalahan menyesakkan dari lawan-lawan mereka pada laga perdana Grup A lalu. Tuan rumah ditekuk Kroasia 0-1, Turki dilibas favorit, Portugal 0-2.
Kini, pertemuan Swiss kontra Turki, di Stadion St Jakob Park, Kamis (12/6) dinihari WIB bakal menghadirkan aroma persaingan ketat. Bahkan kedua tim sudah 'berikrar' bakal saling serang. Tak ayal, perang striker pun sudah dikibarkan.
Pelatih Turki, Fatih Terim menegaskan, di sportinglife, Selasa (10/6), ia akan memakai tiga pemain berkarakter menyerang dengan dua striker. Kombinasi duetnya Nihat Kahveci-Tuncay atau Nihat Kahveci Semih Senturk. "Tak ada pilihan lain kecuali menyerang, tuan rumah justru bakal kesulitan, kami ingin menemani Portugal ke babak knock out,"ujar Terim.
Ancaman serupa juga dilontarkan Jakob Kuhn. Meski mengaku sangat kecewa kehilangan striker andalan, Alex Frei, pelatih berusia 65 tahun ini telah menyiratkan atraksi serang via striker dan gelandang serang. Dalam konferensi pers kemarin, Kuhn bakal memasang Marco Streller, Johan Vonlanthen, Hakan Yakin dan Tranquillo Barnetta yang didorong ke depan untuk memaksimalkan barisan penyerang. Kombinasi duet Streller-Vonlanthen bakal dilapis Gokhan Inler.
"Kemenangan melawan Turki jelas memberi semangat luar biasa tak hanya pada pemain, tapi para pendukung kami untuk terus melakukan pesta. Ini sekaligus sebagai ajang untuk menebus laga pertama kami yang berakhir mengecewakan,"ucap Kuhn.
Perang di level depan sepertinya memang bakal menghiasi Swiss kontra Turki. Dua striker paling berpengaruh di kedua kubu, Marco Streller dan Nihat Kahveci menyatakan kesiapannya untuk membobol gawang lawan.
"Swiss adalah target kami, melawan Portugal sebenarnya tak ada yang salah sebelum terjadi gol Pepe, kami akan jadikan Swiss korban pertama, tam masalah siap yang bikin gol, aku atau Tuncay dan Semih,"tegas pemain asal Villareal ini.
Penegasan serupa diucapkan gelandang Ugur Boral. "Kami memiliki banyak pemain berkualitas, kami profesional dan harus bermain lebih bagus. Kalah sekali, dua pertandingan mendatang jelas menjadi milik kami,"ujar pemain berusia 26 tahun ini.
Gelandang sekaligus playmaker Swiss Tranquillo Barnetta menegaskan, timnya siap untuk meladeni permainan cepat Turki. "Mereka memang berbahaya, namun kami jelas lebih berbahaya sekarang, para penyerang kami akan mengobrak-abrik pertahanan mereka, siapapun bisa mencetak gol,"tantang pemain yang menjulang di Piala Dunia 2006 lalu. Jika sudah begini, tentu pertandingan seru yang akan dimunculkan Swiss kontra Turki. Siapa yang menang?hanya yang siap mental dan kreatifitas tinggi bisa memberi hasil positif. (persda network/bud)

Prakiraan Formasi:
Swiss: Benaglio, Muller, Magnin, Senderos, Lichsteiner, Barnetta, Behrami, Yakin, Inler, Vonlanthen, Streller

Turki: Volkan Demirel, Servet Cetin, Hamit Altintop, Gokhan Zan, Hakan Kadir Balta, Colin Kazim-Richards, , Emre Belozoglu, Mehmet Aurelio, Mevlut Erdinc, Sanli Tuncay, Nihat Kahveci

Strategi
Swiss
SEBAGAI tuan rumah, menyerang adalah pilihan terbaik. Kapasitas Valon Behrami, Barnetta, Gokhan Inler dan Johan Vonlanthen mampu menjalankan tugas itu. Tusukan via sayap menjadi senjata rahasia yang bukan tidak mungkin menjadi pendobrak jika barisan tengah mengalami kebuntuan. Kemampuan ini ada pada Gelsson Hernandez dan Hakan Yakin. (bud)

Turki
Tusukan barisan tengah tetap menjadi andalan. Kecepatan Kahveci menjadi kunci utama pergerakan lini tengah. Sedikit keroposnya lini belakang Swiss, membuat Turki dipastikan bakal berkonsentrasi di sepertiga daerah pertahanan lawan. Keseimbangan lini belakang bakal ditingkatkan agar menjaga serangan balik Swiss. (bud)

Komentar Pelatih:
Kobi Kuhn (Swiss)
KENDALA kami jelas ada di lini depan. Absennya Frei memberi tekanan sekaligus motivasi untuk tim. Beruntung kami memiliki Streller dan Barnetta yang sanggup memimpin di lini poros tengah-depan. Tiga angka menjadi hadiah spesial untuk kami sekaligus menjaga peluang ke babak selanjutnya. (bud)

Fatih Terim (Turki)
KEKALAHAN dari Portugal membuka mata kami, ternyata bermain bagus tidak selalu memberi efek manis di akhir pertandingan. Lini tengah menjadi kelemahan kami, dan itu sudah kita perbaiki. Melawan Swiss, kami berkonsentrasi di lini tengah dalam 20 menit pertama, selanjutnya baru bersiap menggetarkan jala mereka. (bud)

Head to Head
Philippe Senderos (Swiss)
Kokoh, pandai mengatur organisasi pertahanan, timing takle bagus, unggul bola- bola atas dan berpengalaman. Sayang tak memiliki partner sepadan.
Lahir: Geneva, 4 Februari 1985, Tinggi: 190 cm, Klub: Arsenal, Caps: sejak 2005 (26 tampil 3 gol)
Nihat Kahveci (Turki)
Lincah, tendangan terarah, naluri tinggi, pandai mencari posisi dan kuat dalam duel satu lawan satu. Tipikal striker modern.
Lahir: Istanbul, 23 November 1979, Tinggi: 175 cm, Klub: Villareal, Caps: sejak 2000 (55/15)

Velon Behrami (Swiss)
Tipikal pesepakbola serba guna, bisa bermain di tengah, bek dan gelandang. Postur besar diimbangi kecepatan, tendangan keras dan visi bermain bagus. Sayang, masih sering labil.
Lahir: Kosovo Yugoslavia, 19 April 1985, Tinggi: 186, Klub: Lazio, Caps: sejak 2005 (15 tampil/2 gol).
Emre Belozoglu (Turki)
Energik, sangat berpengalaman, visi permainan bagus dan tendangan jarak jauh berpresisi tinggi, keeping ball yahud serta pintar membagi bola.
Lahir: Istanbul, 7 September 1980, Tinggi: 171 cm, Klub: Newcastle United, Caps: sejaak 2000 (54 tampil/4 gol)

Marco Streller (Swiss)
Unggul bola-bola atas, pergerakan tanpa bola bagus, kaki kanan dan kiri sama kerasnya. Sayang lemah dalam penyelesaian akhir.
Lahir: Basel, 18 Juni 1981, Tinggi: 195 cm, Klub: FC Basel, Caps: sejak 2003 (26 tampil/11 gol)
Servet Çetin (Turki)
Tinggi besar, unggul body charge dan bola-bola atas, pandai mengatur ritme bola dan membaca permainan lawan. Lawan tangguh untuk Streller.
Lahir: Tuzluca, 17 Maret 1981, Tinggi: 191 cm, Klub: Galatasaray, Caps: sejak 2003 (25 tampil/1 gol).




Frei Tetap di Bench
CEDERA yang menimpa Alex Frei membuatnya tak bisa turun ke lapangan hijau. Namun pelatih Kobi Kuhn tetap meminta striker Borussia Dortmund itu untuk tetap bersama rekan-rekannya. Frei pun tetap tinggal di bangku cadangan untuk memotivasi Marco Streller dkk.
"Saya telah berdiskusi dengan pelatih, dan dia meminta aku tetap dekat dengan tim, karena itulah aku tetap ada di bangku cadangan,"ujar Frei. Pemain yang mengalami cedera ligamen ini jelas memberi keuntungan bagi skuad Swiss. Pengalamannya bisa memberi ruang untuk Swiss berkreasi. Bahkan kabarnya, Kuhn meminta Frei untuk bisa berteriak di bangku cadangan guna memberi arahan teknis. "Dia sangat berpengalaman di level Eropa, dia bisa berteriak pada pemain, itu kuijinkan,"tegas Kuhn. (persda network/bud)

Saatnya Duet Kahveci-Semih Senturk
PENAMPILAN Sanli Tuncay di laga perdana melawan Portugal seperti mati kutu. Meski kemungkinan tetap menjadi starter, bukan tidak mungkin pelatih Fatih Terim bakal memainkan duet tertajam miliknya, Nihat Kahveci-Semih Senturk.
Kemungkinan ini didasari pada penampilan keduanya yang tengah berada di level tinggi, paling tidak selama musim 2007/2008 lalu. Keduanya menjadi goal getter terbaik bagi klubnya masing-masing, Kahveci melesakkan 18 gol, sedang Senturk menjebol jala lawan sebanyak 17 kali sekaligus meraih gelar top skor di Super Liga Turki.
"Keduanya memang mematikan, dan sepertinya tidak masalah jika mereka dimainkan, semua kemungkinan tetap ada tapi aku jelas melihat siapa saja yang siap di saat terakhir, itulah yang kupilih,"ucap Terim.
Namun sepertinya Terim lebih condong ke duet Kahveci-Senturk, mengingat keduanya terlihat lebih eksplosif dan ini sangat cocok untuk melawan Swiss, yang justru memiliki tipikal permainan lebih lambat di barisan pertahanan.
"Aku memiliki pengalaman bermain dengan Kahveci saat menghadapi laga krusial melawan Norwegia dan Bosnia Herzegovina, dia sangat luar biasa, sayang kami berdua jarang berlatih bersama, jika aku diberi kesempatan melawan Swiss, jelas aku akan bermain seperti biasa:meneror bek lawan!"tegas Senturk. (persda network/bud).


Player to Watch
Gökhan Inler (Swiss)
PEMAIN berdarah Turki ini tampil cukup dominan saat berhadapan dengan barisan tengah Kroasia di laga perdana. Perannya bersama Barnetta dan Valon Behrami cukup dominan mengalirkan bola ke duet penyerang tuan rumah. Visi bermain bagus, pekerja keras, stamina bagus, energik dan mampu menahan bola lawan sebelum masuk ke daerah pertahanan Swiss. Jika barisan depan buntu, Inler bisa difungsikan sebagai second striker bersama Barnetta. Posturnya yang menjulang, 189 cm, memudahkan Inler untuk melakukan benturan guna menyiutkan nyali lawan. (bud)

Mehmet Aurelio (Turki)
PERMAINAN khas Brasil:teknik tinggi, lincah, presisi luamayan baik dan pergerakan tanpa bola menawan. Meski berposisi bek, namun naluri menyerangnya cukup tinggi. Suka menyisir di sisi lapangan, membuat Swiss harus bersiap menghadapi teror dari sayap. Pemain bernama lengkap Marco Aurélio Brito dos Prazeres ini juga pandai bermain di lini tengah. (bud)



Pasar Taruhan
888 Sport Bet 365 Ladbrokes William Hill
Swiss 6/5 6/5 5/4 6/5
Draw 9/4 12/5 11/5 9/4
Turki 11/5 9/4 7/4 23/10


10 Laga Terakhir Swiss
07.06.08 H Czech Republic L-0:1
30.05.08 H Liechtenstein W-3:0
24.05.08 H Slovakia W-2:0
26.03.08 H Jerman L-0:4
06.02.08 A Inggris L-2:1
20.11.07 H Nigeria L-0:1
17.10.07 H USA L-0:1
13.10.07 H Austria W-3:1
11.09.07 H Jepang L-3:4
07.09.07 H Chili W-2:1

10 Laga Terakhir Turki
07.06.08 A Portugal L-2:0
29.05.08 H Finlandia W-2:0
25.05.08 H Uruguay L-2:3
20.05.08 H Slovakia W-1:0
26.03.08 A Belarus D-2:2
06.02.08 H Swedia D-0:0
21.11.07 H Bosnia-Herzegovina W-1:0
17.11.07 A Norwegia W-1:2
17.10.07 H Yunani L-0:1
13.10.07 A Moldova D-1:1



Head to Head
Head 2 Head Matches
16.11.05 Turki 4:2 Swiss Playoff Piala Dunia
12.11.05 Swiss 2:0 Turki Playoff Piala Dunia

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Ben Türkiye takımını tutuyorum,, Sonra göreceğiz. Inşallah Türkiye yaniyor!
Hadi,,Türkiye,Allah seninle olsun!

Türkiye Harika!