Sabtu, Februari 16, 2008

Aksi Terbang ala Superman Orlando

by noenx's

DwiGht "SuPerMan" hoWaRd
Superman is flying in New Orleans, He's Back!. Itulah teriakan dari hampir seluruh penonton yang hadir di New Orleans Arena seusai Dwight Howard menceploskan bola melalui aksi terbang ala pahlawan penyelamat bumi itu.
Dunk spektakuler itu melengkapi aksi forward Orlando Magic sepanjang kompetisi slam dunk di NBA All Star Game Weekend di New Orleans Arena, New Orleans, Louisiana.
Aksi sebelumnya juga sangat kreatif dan inovatif. Ia melakukan terjangan dari arah belakang garis ring, menatulkan bola terlebih dulu dan menangkapnya di udara untuk kemudian menceploskan dengan penuh tenaga. Sebuah teknik dunk yang hanya dimiliki seorang pebasket berskill luar biasa.
Tidak hanya itu, di babak final Howard sekali lagi menunjukkan kreatifitas yang membuatnya mengalahkan sang juara bertahan tahun lalu, Gerald Green (Toronto Raptors). Ia memasang bola di sebuah ring di sisi kiri fiber pembatas. Tanpa sungkan, ia pun terbang sekali lagi untuk mengambil bola, memutarnya dan menghujamkan ke ring basket. Loncatan vertikalnya diprediksi berada di angka 113 cm. Dengan tinggi 211 cm, tentu bisa dibayangkan betapa pesona terbang sang Superman jelas sangat menghibur.
Howard pun mencatatkan dirinya sebagai personal yang mampu memenangi kontes yang telah menelorkan aksi khas legendaris Dominique Wilkins, Michael Jordan, John Starks, Dr Julius Erving, Magic Johnson, Vince Carter sampai Brent Barry. Ia mengalahkan tiga kontestan lainnya, Gerald Green, Jamario Moon (Toronto Raptors) dan Rudy Gay (Memphis Grizzlies)
"Aku berpikir orang-orang tentu tidak ingin melihat aksi dunk yang sama seperti dulu-dulu, mereka jelas ingin sesuatu yang lain, sesuatu yang spektakuler, dan aku berpikir keras untuk itu,"ucap pemain yang masuk ke NBA pada 2004.
Dan itu telah diberikan Howard kemarin dengan aksinya yang dibayar skor 50 oleh juri. Sebuah rekor yang juga ditelorkan pemain Magic lainnya, Andre Iguodala di tahun 2006 lalu.
"Aku telah bekerja selama dua tahun untuk aksi ini, aku melihat Iguodala melakukannya, aku sedikit mengkreasinya, dan itu ternyata berhasil,"ucap Howard. Aksi itupun mendapat pujian dari Dr J. "Spektakuler, sebuah aksi yang sangat kreatif dan tentunya sangat menghibur,"tegasnya.
Namun yang jelas, aksi empat dunker hebat NBA tersebut mampu memberi puncak hiburan tersendiri bagi seluruh penonton di stadion dan penjuru dunia. (persda network/nurfahmi)
Sudah Disiapkan Seminggu
KHUSUS aksi terbang ala Superman lengkap dengan kostum sang pengaman dunia itu, Dwight Howard sudah merancangnya seminggu sebelum gelaran NBA All Star Game Weekend.
"Aku telah menyiapkan kostum itu seminggu yang lalu, aku pesan sendiri dan minta tolong temanku membawanya ke stadion, dan ternyata itu membawa berkah,"ucap pemain berpostur 211 cm/120 kg ini.
Kenapa memilih Superman?Howard tidak merinci secara detail, hanya saja Superman mampu memberi inspirasi tersendiri dengan kepahlawanannya dan kemampuan supernya untuk melindungi dunia dari kejahatan. "Itulah yang ingin kulakukan, tentu via dunia basket ini,"harap Howard.
Menurutnya, ia hadir hanya untuk memberi hiburan tanpa ada target menjadi jawara kontes terbang di udara ini. Ia pun mengaku jika semakin bersemangat saat aksinya yang pertama mendapat respon luar biasa dari penonton.
"Saat Anda mendapat sambutan dari puluhan ribu orang yang hadir, apa yang terjadi?Adrenalin Anda pasti menyala, dan itulah yang terjadi pada tubuhku,"imbuh pemain yang lahir pada 8 Desember 1985 ini.
aksi green
Lalu apa target selanjutnya?"Ingin Magic juara,"tegasnya. Sebuah target yang bukan tidak mungkin bisa tercapai mengingat potensi dan prestasi Magic musim ini semakin membaik dengan tenaga-tenaga mudanya.
Lalu apa yang bisa menjadi sebuah pelajaran dari garapan sebuah industri berlatar olahraga tersebut?Terlepas dari sisi idealisme, yang jelas kedipan mata saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa nikmatnya melihat para entertainer basket NBA bergelantungan, tertawa sembari menunjukkan tawa khas non komersiil.
Sistem manajemen olahraga yang digabung dengan teknokrasi memang sangat dominan di NBA sejak akhir tahun 1979-an, apalagi sejak ditangani sosok David Stern sebagai komisioner terkemuka yang telah bekerja keras membangun image olahraga tersukses setelah American Footlbal di negeri Paman Sam ini.
Gerakannya dengan melibas aturan yang tak menguntungkan di sisi internal sempat menimbulkan konflik luar biasa. Pembatasan panjangnya pemakaian celana juga menjadi objek tersendiri yang sangat diperhatikan seorang Stern. Beruntung sosok Michael Jordan mampu memberi bukti jika celana model panjang menjadi fashion tersendiri, sehingga tren pun menjadi mindset seluruh pebasket NBA saat ini. Setelah selesai membenahi basis internal, Stern pun melesatkan kakinya ke seluruh dunia dengan pelbagai aksi pemasaran yang sangat jitu. Tak heran jika saat ini olahraga basket memiliki kelas tersendiri sebagai olahraga yang eksklusif dengan bentangan ruang promosi yang semakin besar, tidak melulu minuman olahraga.
Di Indonesia?semua itu pasti hanyalah bayangan semata. Ditilik dari sisi basket misalnya, tak ada yang bisa terlalu dibanggakan, paling tidak berdasar data yang telah diraih bolabasket Indonesia saat ini. Meski gaya pemainnya boleh lah, tapi itu tidak diimbangi dengan aksinya di lapangan. Tak heran jika olahraga ini pun hanya sekedar untuk memeras keringat tanpa bisa dijual secara luas, apalagi ke luar negeri. Langkah yang telah dilakukan NBA ternyata ditiru abis oleh Filipina. Tak heran jika kompetisi di level PBA sangat menggigit, dan mereka sudah tak memalingkan mukanya di level Asia Tenggara, tapi sudah ke kejuaraan dunia. Kenapa Indonesia gak bisa ya?. Nasib yang sama tentu menimpa beberapa cabang lainnya, kecuali bulutangkis yang juga sebenarnya tengah mengalami masa pasang surut.


Kamis, Februari 14, 2008

Cinta dan Ekonomi

by noenx's
ENTAH kenapa tiba-tiba saja harus ada tercoret judul seperti di atas. Namun yang pasti kata hati jelas menjadi padanan tersendiri bagi langkah positif. Itu yang dicelotehkan seorang Norman Vincent Peale pada tahun 1952 lalu.
Ada juga tentang Tao Te Ching, yang berisi sebuah ungkapan bijak sangat bijak,”mengalirlah di sekitar kesulitan, jangan menentang mereka, jangan bejuang meraih sukses, tunggulah saat yang tepat. Mencoba untuk memahami seperti halnya berusaha melihat ke dalam air yang keruh. Diamlah dan biarkan lumpur mengendap. Tetaplah diam, sampai tiba waktunya untuk bertindak. Berhentilah bersikukuh dengan kepribadianmu dan lihatlah semua makhluk seolah mereka adalah dirimu. Orang seperti itu bisa dipercaya seluruh dunia. Tidak peduli berhadapan dengan sahabat atau musuh, kekalahan atau kemenangan, kemasyhuran atau rasa malu, orang yang bijak akan tetap tenang. Itulah hal yang membuat mereka begitu luar biasa,”. Semua ungkapan tersebut tentu merujuk pada Lao Tze, yang senantiasa mampu memberikan sebuah pedoman langkah pikiran menuju ketenangan yang luar biasa. Hasilnya tentu bisa dilihat dengan semakin banyaknya pluralitas majemuk di kalangan masyarakat.
Lalu hubungannya dengan cinta?sebenarnya tidak ada sama sekali. Namun lazimnya peradaban manusia saat ini, tentu semuanya bisa dikaitkan. Tak peduli itu tak selaras, tak serasi atau tak sepadan sekalipun, “pemerkosaan” keadaan sudah menjadi makanan tersendiri.
Namun keduanya tentu memiliki kesamaan. Khusus cinta dan ekonomi, di latar paling dasar sendiri, tentu kedua kata dasar itu jelas memiliki keterikatan mendalam untuk aspek yang sangat kompleks.
Sisi kehidupan jelas menjadikan keduanya sangat dekat. Sudah menjadi rahasia umum jika aroma cinta di negeri ini selalu dihiasi dengan perhitungan angka, yang tidak lain dan tidak bukan adalah unsur penting dari ekonomi itu sendiri. Jika dihitung tentu tidak akan pernah selesai apa yang dibutuhkan cinta dari ekonomi, juga sebaliknya sekejam-kejamnya ekonomi tentu sangat membutuhkan sebuah cinta, tak peduli itu untuk siapa. Apakah untuk kawan sendiri atau lawan, ataukah untuk lawan dari kata hatinya. Entahlah yang jelas paradigma cinta kini bukan melulu persoalan kekasih dan pertautan dua hati, namun seluruh negeri. Anda pasti bingung kemana arah semuanya ini, namun itulah yang ingin dibuat sang penulis. Silakan terinspirasi sendiri atau bahkan membuang pikiran itu saat ini juga. Semoga semakin pusing, karena dengan pusing itulah organ kreatifitas bakal berjalan normal kembali. (foto. www.google.com/www.altavista.com)



PESONA 3

by noenx's
jakarta kamis, 14 februari 2008
******************************************************************
*******************************************************************
Ketika kau sedih…
Aku akan mengeringkan air matamu

Ketika kau gentar…

Aku akan menghapus ketakutanmu

Ketika kau cemas…

Aku kan memberimu harapan

Jika kau nyaris menyerah…

Aku akan membantumu bertahan

Ketika kau terse
sat,
dan tak bisa melihat terang…
Aku akan menjadi lenteramu
bersinar terang
Inilah janji yang ku ikrarkan sampai akhir

Kenapa
?
Mungkin kamu akan bertanya
Karna, AKU SAYANG KAMU

Happy B’day to You
Ade
(dalam bingkai luxury hitam) aku yakin dia pasti tahu apa yang kusampaikan ini...

PESONA 2

by noenx's
jakarta kamis, 14 februari 2008
Catatan merupakan sebuah ekspedisi hidup yang paling panjang, penuh emosi, menyuratkan segenggam asa, putus asa, kemuraman, ketidakkonsistenan tatanan hidup dan mencitrakan nafas hidup manusia yang penuh gairah, pesona dan bahagia (by noenx’s, purwokerto 22 januari 2003)
Sebuah catatan orang yang tak terkendali tidaklah lebih buruk bahkan mungkin lebih baik daripada catatan dari orang yang sopan, baik, bagus dan terkendali (by b03di at my boardinghouse)

Pertama kali kulihat senyum ketawamu
Ingin kukatan kepadamu, kau dan segenap pesonamu
Sekujur tubuhku bergetar melihat indahnya dirimu
Kucoba raih segala isi hatimu dan cintamu
Walau kutahu kau tiada lagi sendiri...
...oh Tuhan...
Tak ‘kan kubuang waktuku...mendekatimu
Kuungkapkan hasratku...
Saat itu kau peluk aku
Kuingin kau berikan sedikit waktumu...nikmati mimpi indah
...bersamaku...dan kaupun tampak mengerti
Kau beri senyum penuh arti

Tak ‘kan kulepas semua asa cinta yang ada padaku
Ingin kucurahkan semua kepadamu
Berikan waktu ‘tuk wujudkan cintaku padamu...
Itu pintaku...
Saat itu ingin kukatan semua padamu
Hatimu yang kini ada t’lah menyatu dalam tubuhku
Kau t’lah tercipa...yang terindah yang pernah kurasa
Semua kan menjadi nyata
Cerita cinta kita berdua
Janji setia kan tetap terjaga ‘tuk cinta kita

Menjaga cintamu bukan nafsu belaka
Berjalan terdalam dari lubuk hati
Kecurigaanmu, keraguanmu akan cinta membuat aku dahaga
Aku hanya ingin cinta darimu
“bahagia”, satu kata yang kudamba
jangan kau pelihara rasa curiga
kar’na membuatku sengsara
sayang hadirkan tulus cintamu...
‘tuk alam raya cinta pada diriku
Ku tak bisa hidup tanpa terang mentari cintamu
Sayang, kini kau harus lihat besar cintakuArrange by ian dan noenx’s
ku buat saat aku pengen mengenang sebuah perjalan masa yang pernah kugapai
tidak indah, juga tidak sedih, kutulis sebagai pengobat kesel aja...
i miss you but i hate you....


PESONA 1

by noenx's
jakarta kamis, 14 februari 2008
dua sisi kehidupan berjalan beriringan
namun terkadang merekapun bersimpangan...berselisihan
itulah dinamistik retorik alam raya
yang kadang tak dapat kita mengerti
antara ada dan tiada
antara hidup dan mati
antara pria dan wanita
antara cinta dan benci
antara...yang membuat pening muka kita
petang tak kunjung datang
dia datang dengan menyapa gundah hati
melayangkan jalan menuju ufuk
beraspalkan kilauan
berlatarkan semburat warna merah
indah nian...seolah tak pernah terbayangkan
perjalanan sebelum kesana
kadang biru...terkadang penuh awan putih
namun terkadang awan hitampun menerpanya
tak jarang memberikan badai dahsyat
yang menggetarkan jiwa manusia
terkadang bersyukur
tapi tak sedikit yang ciut nyalinya
kehidupan tanpa cinta bagai tanpa nafas di setiap langkah (by noenx’s ’03)

Lembaran baru t’lah lama kubuka
Beribu kata t’lah kutelan
Berjuta kilometer langkah hati t’lah menapak
Berderet coretan luka t’lah terbiasakan
Seolah tak pernah lagi kurasakan
Roda dan ruji kehidupan
Ku t’laj terlena...terlupa oleh cinta...
Yang justru membuatku s’makin lupa..., ..., ...dan
t-e-r-l-u-k-a !!!
terbersit tanya di jiwa
sudahkah aku gila?
Bilakah aku terbang ke awan cinta?
Ataukah ku hanya pecundang cinta?
Yang tak punya prinsip dan jiwa
Ku hanya berjalan hampa...
Tak jelas arah dan lorong mana yang kuinjak
Itulah kekuatan cinta...
Tak tahu kalo kita jadi budak belaka
Terkadang; padahal;cinta itu adalah...
k-e-b-o-h-o-n-g-a-n...belaka!
kar’na itulah kini ku berjalan
melangkah bebas tanpa acuan
mencari jalan penuh duri...bernama jalan...
ketidakpastian
ketidakpuasan
namun itu tentu bukan pilihan bijak
bangkit dan bangkitlah...

setiap langkah hidup dan kehidupanku
selalu terbersit tanya dalam jiwaku
apa “terbaik untutkku”
terbaik untuk hidupku
terbaik untuk langkahku
terbaik untuk kasih sayangku
terbaik untuk kenaifanku
terbaik untuk kemarahanku
terbaik untuk cintaku
terbaik untuk amarah cintaku
terbaik untuk pecundangku
terbaik untuk ketidakbahagiaanku
terbaik untuk kebahagiaanku
terbaik untuk kebaikanku
terbaik untuk...kesedihan hatiku
betapa begi naifnya diriku
sobekan itu seolah tak berdarah
padahal sangat dalam sayatan itu
menghujam dalam to ny veins





Rabu, Februari 13, 2008

Menangkal NPL Sepeda Motor Dengan Manajemen Risiko


by noenx's
Pertumbuhan kredit sepeda motor pada 2007 lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 10%-15%. Tapi, melonjaknya angka kredit sepeda motor ini dibarengi pula dengan meningkatnya NPL.

Penjualan sepeda motor di Indonesia masih sangat menjanjikan. Penurunan suku bunga ditengarai menjadi salah satu pemicu naiknya penjualan sepeda motor. Pemicu yang lain adalah gencarnya pabrikan sepeda motor mengeluarkan produk dengan teknologi dan desain baru. Munculnya produk baru biasanya membuat orang tergoda. Mereka pun kemudian mengganti sepeda motor yang lama dengan yang baru.
Hadirnya lembaga pembiayaan (multifinance) yang memberikan fasilitas kredit sepeda motor juga disinyalir menjadi salah satu penyebab naiknya angka penjualan sepeda motor. Lembaga ini sangat berperan dalam menaikkan angka penjualan sepeda motor di Indonesia. Apalagi, kini, 90% dari seluruh penjualan sepeda motor melalui kredit.
Memiliki sepeda motor saat ini memang sangat mudah. Dengan uang muka (down payment atau DP) Rp400.000 atau Rp500.000 saja, orang sudah bisa membawa pulang sebuah sepeda motor baru dengan kisaran harga Rp11 juta-Rp15 juta. Cicilan bisa dibayarkan dengan jangka waktu 12-36 bulan dengan besaran mulai dari Rp350.000 hingga Rp600.000. Prosesnya pun mudah dan cepat.
Sebenarnya, mereka yang mengerti hitung-hitungan kredit sepeda motor ini, bunga yang diberikan perusahaan pembiayaan cukup tinggi, terutama untuk yang berani memasang uang muka rendah. Maklum, perusahaan pembiayaan harus menelan risiko tinggi bila terjadi kredit macet. Kendati demikian, khususnya kalangan menengah ke bawah, tak begitu mempermasalahkan bunga yang tinggi itu asalkan mereka masih mampu membayar cicilan.

Spread bunga yang didapat perusahaan pembiayaan dengan memberikan kredit sepeda motor ini memang cukup besar. Biasanya, bunga yang diterima perusahaan pembiayaan dari bank berkisar 14%-15%. Sedangkan, bunga yang dibebankan perusahaan pembiayaan kepada konsumen berkisar 30%-40%. Sungguh bisnis yang sangat menguntungkan. Tentu bila tak macet.
Wahana Otto Multiartha (WOM), misalnya, memberikan suku bunga 29%-31% kepada konsumen. Penentuan bunga berdasarkan kemampuan nasabah dan nilai sepeda motor. Saat ini, penjualan sepeda motor bekas lumayan menggairahkan. Komposisinya mencapai 35% dari seluruh total pembiayaan sepeda motor di WOM. Tahun ini, WOM menargetkan membiayai hingga 450.000 unit sepeda motor, naik sekitar 15% ketimbang tahun lalu yang 400.000 unit.
Sama dengan WOM, Federal International Finance (FIF) juga mengakui adanya kegairahan baru dalam pasar pembiayaan sepeda motor bekas. Di FIF, komposisinya mencapai 22%. Bahkan, per September 2007, FIF telah membiayai 20.000 unit sepeda motor bekas dari total 90.000 unit sepeda motor senilai Rp7,2 triliun.

Seperti apa persaingan pembiayaan sepeda motor saat ini? Kita lihat Bussan Auto Finance (BAF). Perusahaan ini sangat memerhatikan pelayanan. Selain bersaing di pelayanan, beberapa perusahaan pembiayaan bersaing di uang muka atau DP. Ini merupakan persaingan yang tak sehat di industri pembiayaan. Hal yang sama juga diungkapkan kubu BAF. Pembiayaan yang satu ini tidak pernah mau ikut perang DP atau perang tarif. Kuncinya hanya menerapkan DP minimal sebesar 25%. Itu merupakan salah satu cara penyeleksian nasabah untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet.
Masalahnya, beberapa perusahaan pembiayaan justru banyak yang mendobrak aturan ini. Perang DP dilakukan secara jorjoran. Makanya, ketika terjadi lonjakan permintaan, khususnya menjelang Lebaran, biasanya diikuti dengan kenaikan NPL pasca-Lebaran. Hal itu diakui beberapa pelaku bisnis pembiayaan sebagai kejadian yang selalu berulang setiap tahun.
Lalu, apa biasanya yang menyebabkan terjadinya kredit macet? Salah seorang nasabah yang mengredit sepeda motor di salah satu perusahaan pembiayaan mengakui, dia sering kali terlambat membayar cicilan saat menjelang Lebaran dan pasca-Lebaran. Menurut dia, hal itu terjadi karena biasanya kebutuhan menjelang Lebaran selalu menjadi prioritas utama ketimbang mencicil sepeda motor. Nah, setelah Lebaran, kocek pun sudah sangat tipis dan membuat dia menunda membayar cicilan sepeda motor.
Langkah apa yang diambil perusahaan pembiayaan ketika nasabah mulai membandel membayar cicilan? Sementara itu, sistem dan prosedur yang diterapkan BAF bila terjadi penunggakan cicilan oleh nasabah adalah mulai dari melayangkan surat, menelepon, sampai dengan penarikan sepeda motor. Penarikan (sepeda) motor dilakukan jika dua kali berturut-turut nasabah tidak melakukan pembayaran cicilan.

Ada dua kemungkinan yang akan dihadapi perusahaan pembiayaan jika menarik sepeda motor. Kalau uang mukanya rendah, sementara sepeda motor baru dicicil dua hingga tiga kali, perusahaan pembiayaan kemungkinan bisa rugi. Tapi, bila uang mukanya tinggi atau sepeda motor sudah dicicil 12 hingga 24 kali, kerugian bisa ditutup. Kalaupun rugi, tidak terlalu besar.
Untuk mengantisipasi kredit macet, ada perusahaan pembiayaan yang mengaku menaikkan besaran uang muka menjadi dua kali lipat. Ada pula yang memperketat penyeleksian dokumen persyaratan pengajuan kredit.
Secara umum, sebenarnya, yang perlu ditingkatkan perusahaan pembiayaan adalah pengelolaan manajemen risiko. Manajemen risiko sudah lama diterapkan di industri perbankan. Di industri pembiayaan, yang risikonya justru lebih besar, manajemen risikonya belum begitu mapan seperti halnya di perbankan. Bahkan, manajemen risiko bisa dibilang hal baru di industri pembiayaan.
WOM, misalnya, baru-baru ini melakukan konsolidasi penerapan manajemen risiko. Perusahaan yang kini dimiliki Bank Internasional Indonesia (BII) ini telah melakukan penyesuaian dengan membenahi manajemen risikonya layaknya bank sesuai dengan ketentuan BI.
Penerapan manajemen risiko sangat penting agar perusahaan bisa lebih solid dan prudent. Makanya, kami berharap, adanya pembenahan di bidang manajemen risiko dan perbaikan manajemen sistem informasi saat ini akan membuat WOM lebih tangguh terhadap berbagai guncangan, seperti kredit macet.
Bila pengelolaan manajemen risiko di perusahaan pembiayaan sudah baik, tentu, hal itu akan lebih memudahkan perusahaan pembiayaan dalam menggelontorkan kreditnya. Apalagi, peluang kredit sepeda motor di Indonesia masih sangat besar, tidak seperti di Malaysia dan Thailand yang sudah jenuh. Ke depan, potensi ini bisa dimanfaatkan perusahaan pembiayaan dengan pemberian kredit yang lebih hati-hati. (courtesy infobandk, foto.www.google.com)

Arti Pertalian Menuju Sebuah Api Nyata

sebuah renungan terhadap cermin roh
by noenx's
Dibuka dengan sebuah cerita apik yang semoga langsung bisa menjadi sumber inspirasi pemaknaan tersendiri, tentunya sesuai dengan cermin dan kacamata masing-masing. Keterpangaruhan bakal menjadi sebuah jembatan tipis yang hanya akan membawa Anda ke sebuah jurang dalam. Jatuh bebas tanpa ada sisi pendaratan yang sesuai dengan keinginan. Jadi realistislah pada sebuah jalan, meskipun itu tetap menjadi pilihan terakhir dari sebuah usaha dan pengorbanan.
“Dua saudara sepupu kerap bermain bersama sebagai anak-anak dan mereka saling menyukai satu sama lain. Salah satunya seorang gadis bernama Seijo dan yang lainnya anak laku-laki bernama Ochu. Setelah tumbuh besar, mereka jatuh cinta satu sama lain. Dan mereka menjadi patah hati tatkala ayah Seijo memutuskan untuk memilih pria lain untuk calon suami putrinya.
Seijo dan Ochu memutuskan untuk melarikan diri bersama dan pergi ke kota lain untuk menikah. Setelah beberapa tahun Seijo menyampaikan ke Ochu jika ia merasa sangat kehilangan orangtuanya. Demikian pula yang terjadi pada Ochu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang sejenak ke kampung mereka untuk melihat kondisi kedua orang tua mereka.

12345678901234567890123456789012345678901234567890
12345678901234567890123456789012345678901234567890

Tatkala mereka tiba di rumah Seijo, Ochu masuk terlebih dulu. Ia menuturkan apa yang telah terjadi dan mohon pengampunan dari ayah Seijo. Orangtua Seijo sangat terperanjat. Ia berkata bahwa itu tak mungkin terjadi. Sebab sejak Ochu meninggalkan kota ini, Seijo putrinya jatuh sakit dan rebah selama bertahun-tahun di tempat tidur. Ochu membantah kata-kata mertuanya kalau itu tidak betul dan juga tidak masuk akal karena mereka selalu bersama setiap saat dalam pelarian. Kemudian ia menyarankan kepada ayah Seijo untuk datang ke kapal, sebab di sana telah menanti putri dan anak cucunya. Pada saat itu Seijo yang rindu keluarganya dan menanti di kapal bangkit berjalan menuju rumah.
Sementara Seijo yang jatuh sakit selama bertahun-tahun kini berdiri berjalan menyongsong sosoknya sendiri. Mereka bertemu di tengah padang rumput dan kedua sosok itu bertemu lagi. Dan Seijo yang terbelah dua kini menjadi utuh kembali.”
Sebuah alunan pendek yang membuat pikiran kita harus melayang sejenak melupakan sisi ekonomi menuju sebuah pencapaian cinta sejati. Bukan artian keromantisan semata, namun jejak langkah menuju ke sana memiliki tautan tersendiri yang tak mungkin terlupakan begitu saja.
Sisi gelap pada manusia tentu memiliki naluri alamiah untuk mengajak ke sebuah tindakan yang tidak disukai naluri itu sendiri sebenarnya. Namun kadar kekuatannya yang luar biasa membuat semuanya berantakan. Jika benteng itu tak kuat, jelas kehancuran berada di depan mata, yang sesungguhnya tidak perlu terjadi.
Lalu apa koherensinya ataukah hanya sebuah kontingensi belaka?tentu sebuah angka dan fakta tidak sepenuhnya bisa menjelaskan itu semua. Yang jelas dari dalam hatilah bisa mencairkan dan menjabarkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana. Sebuah perenungan juga tidak cukup waktu untuk menyapa semuanya menjadi sebuah ketenangan. Sebaliknya, sebuah anggapan juga belum tentu bertentangan dengan kebijakan, hanya naluri sehat dan terlatihlah yang selalu berbuat menjawab dengan teratur dan penuh makna. Anda ingin ikut yang mana?sepertinya tidak pernah memilih saja jika belum memiliki kaki-kaki yang kuat layaknya dua tingkat di atas cakar ayam....(foto.www.google.com)

Api Asmaragama vs Air Asparagama

-perenungan sebuah nilai tersendiri
by noenx's
Mereka yang bijak bagaikan air
Memberi manfaat kepada segala
Tidak bersaing dengan semua
Air mengalir ke bawah...
Ke tempat yang dilihat sebelah mata
(Tao Te Ching, Lao Tse 500 SM)

Laku manusia tentu sudah ada takdirnya. Namun di balik itu garis nasib tentu bisa dirubah dengan ketentuan diri sendiri untuk menerjangnya. Tak ada yang abadi termasuk sebuah takdir sekalipun. Mungkin semuanya kaget kenapa ada tulisan seperti ini tersembul dalam sebuah kumpulan teoritis pragmatis ekonomi.
Tidak hanya sekedar melakukan apa yang menjadi kritikan teman-teman, namun lebih dari itu sebuah fenomena cinta merubah semuanya. Sebuah kekuatan cinta memang sangat luar biasa. Hanya dalam sekejap malam bisa berubah jadi pagi dan sebaliknya sebuah kecerahan mendadak bisa menjadi sebuah malapetaka besar dalam kehidupan manusia.
Tak heran jika cinta itu sudah diibaratkan sebuah wanita dewi dan peri yang cantiknya tak terperi membuat semua orang berlomba untuk mendapatkan sesuatu yang mungkin berada di luar batas mereka, meskipun langkah mereka jelas membutuhkan sebuah pengorbanan yang sangat besar, bahkan tidak hanya harta, nyawa sekalipun siap mereka songsongkan demi sebuah cinta.
Cinta di sini tidak hanya plularis, tapi lebih dari itu telah menjadi sebuah heteregenitas dan pancaran tersendiri bagi siapapun. Cinta tanah air, cinta pada kestabilan kehidupan ekonomi, cinta pada keluarga ataupun cinta pada harta, itu semua jelas menjadi hak dan takdir seseorang, yang sekali lagi bisa saja dirubah sesuai dengan usaha mereka.
Meski rada bingung, namun arah tulisan ini memang sengaja dibuat nggrambyang gak karuan. Sisi kebingungan menentukan sikap menjadi perpaduan serasi dengan perubahan yang demikian cepat akibat sebuah cinta yang berlebihan. Bahkan terkadang hegemoni pribadi tidak lagi berguna di tengah derasnya sebuah akses cinta yang melekat. Kata orang kerinduan, kebencian dan kelengahan menjadi barang yang sangat tipis. Tak jarang sisi oportunis pun muncul khas layaknya seorang human right alias titahnya sebagai makhluk yang bernafas bebas tak membayar.
Psikographis memiliki definisi lingkup yang terasa manis. Seperti penggalan syair di atas, tentu menjadi sangat enak tatkala kita menjadi “sebuah” air yang terus mengalir. Di kalimat terakhir mengandung makna yang sangat jelas. Tak pernah ada bahkan tak boleh ada keremehan terhadap hal yang remeh temeh. Jika tidak ingin kehilangan kesempatan, tentu sekecil apapun itu sangat berguna untuk merubah sesuatu yang sebelumnya sudah terencana dengan baik.
Itulah warna patrialistik sebuah kehidupan?tidak satupun orang yang bisa menjawab. Sama halnya dengan apa yang dilakukan dan diajarkan Master Zen. Dalam terjemahan seri kebijakan Zen, ada sebuah ajaran sangat sederhana namun sebenarnya setiap hari kita sadar atau tidak sadar telah melakukannya secara rutin di semua aspek kehidupan, bahkan sejak kita berlatih untuk mencari dimana sesungguhnya puting susu ibu dan puting susu sapi perah dan atau bahkan kambing perah.
Tahap pertama adalah tidak sadar dan tidak kompeten, tahap kedua melangkah lebih jauh ke alam sadar mengenai ketidakbecusan dalam bidang tertentu, mulai belajar dan praktik namun kesadaran perlu disiagakan penuh dan tahapan terakhir adalah terampil untuk bidang tertentu. Dalam segmen ini bawah sadar telah merekam kemampuannya.
Memang susah untuk merekam makna yang ada didalamnya. Namun secara spesifik dalam intisari cinta hal seperti itu jelas menjadi sebuah pondasi. Begitupun di dunia nyata, cinta pada sepeda motor, pengen menyopiri sendiri mobil pribadi sampai mengelola rumah sendiri, tentu keempat landasan tersebut menjadi sangat urgen dalam segala hal. Perlu berpikir?tentu tidak, karena memang semuanya sudah berjalan sesuai sendirinya, jadi tak usah ambil pusing, hanya cukup ambil intisari semata.
Terlepas dari semuanya, ada sebuah kisah menarik yang mengaplikasikan semua bentuk gambaran di atas. Sebuah keinginan dan cinta pada sesuatu, justru mampu menimbulkan energi lebih yang akhirnya bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi seluruh masyarakat secara kompleks.
Pada awalnya adalah Richard Bandler, seorang ahli informatika yang mempunyai ketertarikan besar pada psikoterapi, khususnya aliran Gestalt. Ia kerap menekur dan mencari jawab “apa ya yang dapat membuat manusia lebih berhasil, lebih sukses, lebih sehat, lebih kaya, lebih bahagia”.
Kemudiaan ia bertemu dengan John Grinder dan bersamanya, Bandler berkeliling bersama dengan mengawali perjalanan yang dia tidak tahu nantinya bakal menjadi sejarah dunia, dari sebuah kawasan Santa Cruz di California. Mereka pun bertemu dengan sistem terapi model Frits Perls, Virginia Satir (pakar Family Therapy), Milton Erikson (hipnoterapis yang cacat badan) dan Gregory Bateson seorang antropolog kondang. Nama pertama adalah pendidi aliran Gestalt yang terkenal.
Hasilnya tentu sangat luar biasa. Sebuah encouragement tak tertandingi. Meski tidak bermaksud menciptakan sebuah era dan jenis mazhab baru, namun perjalanan beragam itu memunculkan sebuah konklusi ternyata menyadarkan manusia betapa banyaknya pilihan dalam hidup ini dan karena itu jangan terpaku pada pola-pola yang sama, sebuah pelajaran dan pembelajaran sederhana. Anda bingung?jangan, karena sebenarnya tanpa Anda sadari semuanya sudah berlangsung seperti apa adanya. Nyaris tak ada rekayasa apapun.
Lain lagi dengan sebuah silosofi dan filosofi sebuah sisi kehidupan. Anda bingung?jangan pernah untuk merasakan semua itu, karena semuanya sudah pernah Anda rasakan dan lakukan, hanya beda dimensiotis saja yang menyebabkan sebuah keterasingan yang sebenarnya beraliran sama.
Dalam Vajrayana, visualisasi menjadi bagian penting dari meditasi, hingga ada yang menyebutnya sebagai meditasi aktif. Dalam Theravada, konon meditasi dilakukan dengan memusatkan diri pada satu titik tertentu. Sementara dalam Mahayana, pemusatan akal budi tertuju pada kekosongan atau kehampaan. Ada pila aliran yang menitikberatkan konsentrasi pada jalannya alur pernapasan dalam ataupun ada yang menerima bimbingan lewat lantunan suara. Anda bingung memilih makna yang mana?tentu saja jangan hanya tertuju pada istilah agamis di atas. Semuanya tentu sudah berjalan di sekitar Anda, tinggal diri sendirilah yang harus menentukan semua bentuknya. Jika memang tak ada bentuk segitiga, segiempat, bujursangkar, limas, kerucut, jajaran genjang ataupun kubus dan balok sekalipun, sepertinya Anda perlu untuk mengejawantahkan sendiri bentuk apa yang sesuai.
Tak perlu muluk tentunya, sesuai dengan kapasitas dan ketahanan diri, tak perlu memaksa anda pasti keluar dari kebingungan. Namun jangan salah, keluar itu bisa menjadi macam ragam sosok, bisa justru menghilang, muncul dan kembali tenggelam, terus moncer dalam torehan ideal nan progressif atau semua derivatifnya. Anda bingung?tentu jangan, karena semuanya sudah ada di kepala Anda, namun masih tertanam tak bisa keluar, terus terbenam akibat belenggu godam yang sangat keras bak terkaras. (foto: ilustrasi www.google.com)

Menikmati Kredit via Kartu Kredit, Gairah Baru?

by noenx's
JARUM jam baru menunjukkan tepat pukul 12 siang. Saat jam makan siang itu, tiba-tiba mobile phone bergetar (memang sengaja tidak pernah dibunyikan hanya untuk menghormati lawan bicara dan sebuah acara). Tanpa disangka entah darimana datangnya data-data personal, tiba-tiba saja cewek di seberang sana “menggelontorkan” sebuah program produk dari banknya, sebuah karakter peminjaman yang bisa dilakukan via kartu kredit. Sebuah sistem yang sangat simpel tentunya, konsumen atau nasabah tak perlu lagi harus mengurus ini itu, fotokopi ini itu dan tetek bengek lainnya yang terkadang hasilnya juga seperti yang diharapkan.
Meski sangat menarik, beruntung tidak tertarik. Hanya saja tetap menjadi hal yang sangat menggelitik. Sebuah program promosi yang tentunya sangat apik, semakin memanjakan konsumen yang tak terpikir jika mereka sama saja diputarbalik, yang intinya harus memberikan selisih bunga pada sang pemilik;bank.
Setelah dipikirkan, tenyara apa yang mereka lakukan memang saat ini seolah menjadi trend. Brand pun, bagaikan cendawan di musim hujan kata orang, langsung disebarkan ke seantero nasabah. Persaingan di level angka bawah 3 pun sangat ketat. Meski konsumen tetap menjadi objek yang merasa diuntungkan, namun jangan salah jika mereka tak selektif alamat tabungan jebol bisa saja terjadi. Meski pihak Bank Indonesia sudah membatasi tahun 2008 ini sebagai batas akhir kepemilikan modal minimal Rp100 miliar, ternyata membuat kalangan perbankan berpikir keras untuk memutar uang yang selama ini hanya terpendam saja.
Kalangan perbankan justru semakin agresif untuk memasarkan pelbagai produk, termasuk di dalamnya akhirnya muncul kombinasi antara kredit konsumen dan pemasaran kartu kredit. Sebuah pencapaian kreatifitas yang tentunya sangat luar biasa. Sebuah hasil dari tingkat tekanan yang tinggi terhadap target dan regulasi tentunya. Kini konsumenpun semakin dimanjakan, mereka sudah tinggal meminta besaran kredit yang disesuaikan dengan kemampuan mereka yang akhirnya memaksa pihak perbankan pun berpikir keras untuk memberikan level pelayanan tingkat maksimal.
Seperti sudah menjadi prediksi sebelumnya, di tahun 2008 ini alias tahun Tikus di kalender Cina, kredit konsumen secara umum tetap bakal terkena progress yang sangat luar biasa. Ini sebagai ujung dari meningkatnya tingkat pendapatan di beberapa level masyarakat di negeri ini. Sebuah pertanda semakin makmurnya Indonesia?sebagian ya, namun porsi yang lebih besar lagi tentu bakal menjawab tidak. Bagaimana mau dibilang makmur, jika di Jakarta saja masih ribuan orang harus menggantungkan hidupnya di bawah kolong jembatan layang dan tangga jembatan penyeberangan. Indikator utama jelas sang ibukota, Jakarta sudah cukup merepresentasikan Indonesia secara keseluruhan., jika tidak mau sebenarnya tanah air ini tergolong negara yang miskin, belum lagi berkembang.
Kembali ke kredit konsumen menggunakan kartu kredit, pasarnya diyakini masih sangat lebar dan potensi keuntungannya jelas sangat menggiurkan. Imbas ungkapan ada gula ada semut, tentu peta persaingan menjadi sangat ketat. Banyaknya pemain yang ada di dataran ini tentu menjadi catatan tersendiri. Tak heran jika harus terjadi gontok-gontokan di antara mereka sendiri. So, sisi kreatifitas jelas menjadi tantangan tersendiri bagi para pemasar di lapangan jika tidak ingin ketinggalan dari kompetitornya.
Nah, beranjak dari kemudahan menggunakan database di kartu kredit dan rekam jejak sang debitor, saat ini banyak perbankan yang menggunakan layanan langsung. Beberapa bank kelas kakap sudah mulai mengaplikasikan metode seperti ini. Mereka begitu bersemangat untuk menawarkan pinjaman baru kepada pemegang kartu plastik itu berupa kredit tanpa agunan. Jika dibandingkan kartu kredit, jelas $bunganya jauh lebih miring.
Bank BNI contohnya. Bank yang kini dipimpin seorang perempuan ini memberikan fasilitas tertentu kepada para pemegang kartu kreditnya. Tidak tanggung-tanggung mereka menawarkan kredit tanpa jaminan dengan bunga hanya 0.9 persen per bulan alias hanya 10.8 persen per tahun. Beban itu tentu sangat ringan dibanding sekalipun dengan bunga kartu kredit itu sendiri yang berkisar di angka 2,85 persen saat ini atau 34,2 persen per tahun. Sebuah angka akumulatif yang bisa membuat orang geleng kepala jika tahu resiko yang akan ditanggungnya.
Namun tentu para bankir itu juga tidak ingin mengambil resiko terlalu besar. Biasanya mereka menggunakan rekam jejak yang ada di database mereka tentang nasabah yang potensial ataupun yang mengajukan kredit model ini. Tentu besarnya dana disesuaikan dengan kemampuan membayar si nasabah.
Sistematikanya pun sangat mudah, kredit baru tersebut selanjutnya akan masuk dalam account kartu kredit nasabah. Simpelnya, besaran kredit ini bisa digunakan sebagai alat pembayaran cicilan kartu kreditnya. Beban bunganya jelas lebih murah daripada yang reguler tentunya. Logis atau menjebak?Anda pasti tahu sendiri untuk konklusinya.
Kalangan BNI pun optimis jika pinjaman yang disalurkan via kartu kredit ini bisa mencapai angka Rp500 miliar. Tidak hanya BNI saja, bank Danamon juga termasuk yang getol dalam melangkahkan kakinya dalam persaingan mereguk kenikmatan kredit via kartu kredit ini. Selain simpel, perputaran dananya pun terbilang cepat dengan hasil keuntungan yang tergolong sangat signifikan.
BNI bahkan optimistis pinjaman yang disalurkan via kartu kredit bisa mencapai Rp 500 miliar. Bank Danamon juga termasuk yang mempraktikkan jurus sejenis. Melalui kartu My Own Card Plus, pemegang kartu juga berhak atas unsecured personal loans. Nilai pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp5-Rp150 juta untuk setiap nasabah.
Adapun besarnya bunga yang harus dibayar sekitar 1,69 persen per bulan. Angka tersebut hampir separuh dari bunga yang dibebankan kartu kredit Danamon.
nasabah diberi kelonggaran untuk mencicil pinjamannya minimal setahun dan maksimal 36 bulan. Dengan strategi itu, penetrasi kredit konsumen di Danamon tumbuh subur.
Bisnis kartu kredit yang sempat mandek, belakangan ini juga ikut berkibar., tahun lalu kartu baru yang berhasil dipasarkan mencapai 170 ribu. Kreditnya pun meningkat 32 persen menjadi Rp5,5 triliun. Kendati persaingan bakal semakin ketat, tahun ini Danamon optimistis bisa meraih target pertumbuhan kartu sebanyak 40 persen atau sekitar 250 ribu.
Standard Chartered Bank sendiri fasilitas kredit tunai telah diberikan kepada sekitar 10 persen nasabah kartu kreditnya. jumlah debitor kartu kreditnya sudah mencapai 250 ribu. Besarnya kredit yang diberikan bervariasi, rata-rata berkisar antara 30-70 persen dari plafon kartunya. "Nasabah yang kami berikan kredit ini benar-benar terpilih. Itu bagian dari reward dan cara kami menjaga loyalitas debitor," jelasnya.
strategi pemasaran seperti itu cukup efektif dan efisien. Selain bisa menghemat waktu, bank juga tak perlu repot untuk mendapatkan debitor. Taruhlah saat ini ada sekitar delapan juta kartu kredit yang beredar. (foto.www.google.com)

Makan “Utama” Batam ya Tentu Judi

by noenx's
SIAPA yang terkejut dengan penggerebekan yang dilakukan Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Kepri terhadap pusat lokasi perjudian sijie via internet di Sekupang beberapa waktu lalu?
Meski tetap ada, namun jika menilik dan ditelisik lebih lanjut, hampir dipastikan jika sebagian manusia yang ada di Batam, minimal yang sudah 7-8 tahun tinggal di pulau Kalajengking ini, tentu bakal sangat amat mahfum. Kurang lengkap lagi, pastilah mereka “memberi permisi” terhadap praktik yang menurut aturan di negerini adalah sesuatu yang melanggar aturan negara. Sebuah hal yang tentunya masih sangat bisa diperdebatkan mengingat begitu pandainya negara seperti Malaysia bahkan Mesir sekalipun untuk mengelola dana dari sebuah perjudian, dengan batasan-batasan tegas tentunya terutama menyangkut person yang bisa bermain dan menikmati suasananya.
Di satu sisi judi memang memberikan efek negatif jika dilakukan secara massal tanpa ada batasan apapun. Namun faktanya, sebenarnya jika memiliki keinginan tinggi untuk memanfaatkan sesuatu dari judi, tentu ada jalannya. Meski dilarang agama Islam, tapi dipastikan ada sebuah kompromi menarik yang menghasilkan sebuah output positif dan berguna bagi masyarakat kebanyakan.
Sebenarnya tak usah jauh-jauh. Bagi daerah seperti Batam apalagi yang bisa dijual selain tentunya pariwisata dengan iming-imingan seks. Wisata belanja?tentu sangat jauh dibandingkan dengan pesona yang ada di Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Apalagi jika dipaksakan untuk dibandingkan dengan Singapura, Johor Bahru, Petaling Jaya, Selangor ataupun Patra Jasa sekalipun. Tentu amat sangat jauh...
Di luar dari pembatasan di sektor agama, secara ekonomis Batam jelas memiliki kriteria sangat tinggi sebagai tambang devisa tanah air. Bayangkan letaknya yang sangat strategis dan menjadi pintu Barat Indonesia. Di satu pihak memang memberikan kesan mengerikan untuk persoalan perbatasan negara, namun di lain pihak bakal memberikan konstribusi luar biasa bagi sisi pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Bisa dibayangkan tentunya berapa sumbangan devisa dari sektor pariwisata setiap tahunnya jikalau pelbagai fasilitas terpenuhi. Secara matematis bisa dilihat, kunjungan wisman ke Singapura per tahunnya mencapai 10-15 juta, senbuah angka yang tentunya sangat wah bagi dunia pariwisata Indonesia.
Jika diberi cukup fasilitas dan kebebasan, tentu paling tidak ada sekitar 50 persen wisman yang bakal berkunjung ke Batam dan daerah sekitarnya. Angkanya?tentu bakal lebih besar dari tingkat kunjungan wisman seluruh Indonesia yang hanya mencapai titik 7 juta per tahun. Nah jika hal itu dilakukan tentu hanya dari Batam saja bisa menyumbangkan 100 persen dari tingkat kunjungan nasional. Sebuah angka yang sangat fantastis tentunya. Dan secara tidak langsung, nilai devisanya bakal melonjak drastis. Misalkan dari 7 juta wisman yang datang, rata-rata mereka menghabiskan acara selama tiga hari, jika dihitung dari weekand saja. Dari hotel saja setiap orang paling tidak akan menghabiskan Rp5 juta dalam tiga hari hanya untuk menginap, merasakan fasilitas hotel dan menghabiskan waktu di bar setempat. Angka ini saja sudah menyumbangkan pendapatan yang sangat luar biasa, Rp35 miliar dalam satu minggu/ Jika dikalikan dengan 48 minggu saja, tentu nilainya bakal menembus angka Rp1,4 triliun per tahun. Itu hanya dari sumbangan hotel saja, belum lagi mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli souvenir, mencarter taksi atau angkutan khusus, kehidupan di mal dan beberapa aktifitas tambahan dari mereka. Lalu dari nilai tersebut, berapa ribu orang bakal mendapat limpahan rejeki. Meski sebuah angka yang kurang realistis tapi paling tidak dari sisi logis perhitungan itu bisa menjadi pijakan awal.
Jika dibandingkan dengan dunia pariwisata Batam saat ini, tentu amat jauh jika harus dibandingkan jika terdapat fasilitas dan layanan perjudian yang diatur secara ketat. Nyaris tidak ada akumulasi positif. Meski hitungan jumlah wisman manca terlihat besar, namun jika diteliti lebih nyata, perhitungan yang didasarkan atas informasi dan data yang masuk dari kantor imigrasi jelas tidak memiliki tingkat heteroginitas yang tinggi. Bagaimana tidak, hampir setiap minggu, orang yang masuk ke Batam adalah apek-apek dan beberapa anak-anak yang datang dari Singapura. Mereka selalu hadir dengan wajah yang sama, nyaris tidak ada perubahan setiap bulannya. Artinya tingkat pengenalan Indonesia dan khususnya Batam sangat amat tidak gereget, malah membuat geregetan melihat tingkah polah petugas imigrasi yang sama sekali tidak menunjukkan keramahan khas daerah destinasi pariwisata di Indonesia.
Lalu apa hubungannya dengan judi?sudah ada di depan, jika judi digerakkan dan diatur dengan baik dan detailnya tidak pernah diselewengkan pihak kepolisian, aparat bea cukai maupun satuan polisi air, bakal memberikan hasil yang objektif. Banyaknya pulau-pulau yang sangat potensial, tentu mampu memberikan ruang tersendiri. Saat ini tinggal pemerintah dan aparat mampu bersinergi utuk memberikan sebuah spesialisasi, daripada menunggu sebuah janji manis di sektor kebijakan ekonomi yang tak kunjung terealisir. Ataukah pemerintah sebenarnya makhluk yang naif?....(foto.www.google.com)