Tampilkan postingan dengan label opini olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Maret 22, 2008

Cristiano Ronaldo:Pemain Paling Menghibur di Premiership

by noenx's
AKSI-aksi impresif Cristiano Ronaldo bersama Manchester United di musim ini tidak hanya berimbas pada posisi Setan Merah di klasemen Premiership ataupun Liga Champions. Namun secara pribadi, pria asal Portugal ini pun terus mencatatkan dirinya sebagai pencetak rekor pengganti George Best dalam soal gol. Lesakan 33 golnya di pelbagai kompetisi sepanjang musim ini membuat namanya semakin melambung.
Penampilannya di lapangan hijau pun mendapat ganjaran setimpal. Ronaldo terpilih sebagai pemain paling menghibur di Premiership musim 2007/2008. Hasil pemilihan ini dipublikasikan stasiun WhoAllTheAtePies.
Menurut situs ini, Ronaldo terpilih berkat kemampuannya menghibur penonton dengan aksinya menggoreng bola, mengoper, teknik tendangan bebas dan tentu kegigihannya dalam menerabas pertahanan lawan..
Namanya mengalahkan beberapa nama beken lainnya di pentas Premiership.seperti striker Tottenham Hotspurs Dimitar Berbatov, gelandang Arsenal Cesc Fabregas, penyerang The Reds Fernando Torres dan Robbie Keane. (persda network/bud)

1. Cristiano Ronaldo (Man Utd)
2. Fernando Torres (Liverpool)
3. Robbie Keane (Spurs)
4. Cesc Fabregas (Arsenal)
5. Mathieu Flamini (Arsenal)
6. Stephen Ireland (Man City)
7. Martin Petrov (Man City)
8. Elano Blumer (Man City)
9. Niko Kranjcar (Portsmouth)
10. Dimitar Berbatov (Spurs)

Sabtu, Februari 16, 2008

Aksi Terbang ala Superman Orlando

by noenx's

DwiGht "SuPerMan" hoWaRd
Superman is flying in New Orleans, He's Back!. Itulah teriakan dari hampir seluruh penonton yang hadir di New Orleans Arena seusai Dwight Howard menceploskan bola melalui aksi terbang ala pahlawan penyelamat bumi itu.
Dunk spektakuler itu melengkapi aksi forward Orlando Magic sepanjang kompetisi slam dunk di NBA All Star Game Weekend di New Orleans Arena, New Orleans, Louisiana.
Aksi sebelumnya juga sangat kreatif dan inovatif. Ia melakukan terjangan dari arah belakang garis ring, menatulkan bola terlebih dulu dan menangkapnya di udara untuk kemudian menceploskan dengan penuh tenaga. Sebuah teknik dunk yang hanya dimiliki seorang pebasket berskill luar biasa.
Tidak hanya itu, di babak final Howard sekali lagi menunjukkan kreatifitas yang membuatnya mengalahkan sang juara bertahan tahun lalu, Gerald Green (Toronto Raptors). Ia memasang bola di sebuah ring di sisi kiri fiber pembatas. Tanpa sungkan, ia pun terbang sekali lagi untuk mengambil bola, memutarnya dan menghujamkan ke ring basket. Loncatan vertikalnya diprediksi berada di angka 113 cm. Dengan tinggi 211 cm, tentu bisa dibayangkan betapa pesona terbang sang Superman jelas sangat menghibur.
Howard pun mencatatkan dirinya sebagai personal yang mampu memenangi kontes yang telah menelorkan aksi khas legendaris Dominique Wilkins, Michael Jordan, John Starks, Dr Julius Erving, Magic Johnson, Vince Carter sampai Brent Barry. Ia mengalahkan tiga kontestan lainnya, Gerald Green, Jamario Moon (Toronto Raptors) dan Rudy Gay (Memphis Grizzlies)
"Aku berpikir orang-orang tentu tidak ingin melihat aksi dunk yang sama seperti dulu-dulu, mereka jelas ingin sesuatu yang lain, sesuatu yang spektakuler, dan aku berpikir keras untuk itu,"ucap pemain yang masuk ke NBA pada 2004.
Dan itu telah diberikan Howard kemarin dengan aksinya yang dibayar skor 50 oleh juri. Sebuah rekor yang juga ditelorkan pemain Magic lainnya, Andre Iguodala di tahun 2006 lalu.
"Aku telah bekerja selama dua tahun untuk aksi ini, aku melihat Iguodala melakukannya, aku sedikit mengkreasinya, dan itu ternyata berhasil,"ucap Howard. Aksi itupun mendapat pujian dari Dr J. "Spektakuler, sebuah aksi yang sangat kreatif dan tentunya sangat menghibur,"tegasnya.
Namun yang jelas, aksi empat dunker hebat NBA tersebut mampu memberi puncak hiburan tersendiri bagi seluruh penonton di stadion dan penjuru dunia. (persda network/nurfahmi)
Sudah Disiapkan Seminggu
KHUSUS aksi terbang ala Superman lengkap dengan kostum sang pengaman dunia itu, Dwight Howard sudah merancangnya seminggu sebelum gelaran NBA All Star Game Weekend.
"Aku telah menyiapkan kostum itu seminggu yang lalu, aku pesan sendiri dan minta tolong temanku membawanya ke stadion, dan ternyata itu membawa berkah,"ucap pemain berpostur 211 cm/120 kg ini.
Kenapa memilih Superman?Howard tidak merinci secara detail, hanya saja Superman mampu memberi inspirasi tersendiri dengan kepahlawanannya dan kemampuan supernya untuk melindungi dunia dari kejahatan. "Itulah yang ingin kulakukan, tentu via dunia basket ini,"harap Howard.
Menurutnya, ia hadir hanya untuk memberi hiburan tanpa ada target menjadi jawara kontes terbang di udara ini. Ia pun mengaku jika semakin bersemangat saat aksinya yang pertama mendapat respon luar biasa dari penonton.
"Saat Anda mendapat sambutan dari puluhan ribu orang yang hadir, apa yang terjadi?Adrenalin Anda pasti menyala, dan itulah yang terjadi pada tubuhku,"imbuh pemain yang lahir pada 8 Desember 1985 ini.
aksi green
Lalu apa target selanjutnya?"Ingin Magic juara,"tegasnya. Sebuah target yang bukan tidak mungkin bisa tercapai mengingat potensi dan prestasi Magic musim ini semakin membaik dengan tenaga-tenaga mudanya.
Lalu apa yang bisa menjadi sebuah pelajaran dari garapan sebuah industri berlatar olahraga tersebut?Terlepas dari sisi idealisme, yang jelas kedipan mata saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa nikmatnya melihat para entertainer basket NBA bergelantungan, tertawa sembari menunjukkan tawa khas non komersiil.
Sistem manajemen olahraga yang digabung dengan teknokrasi memang sangat dominan di NBA sejak akhir tahun 1979-an, apalagi sejak ditangani sosok David Stern sebagai komisioner terkemuka yang telah bekerja keras membangun image olahraga tersukses setelah American Footlbal di negeri Paman Sam ini.
Gerakannya dengan melibas aturan yang tak menguntungkan di sisi internal sempat menimbulkan konflik luar biasa. Pembatasan panjangnya pemakaian celana juga menjadi objek tersendiri yang sangat diperhatikan seorang Stern. Beruntung sosok Michael Jordan mampu memberi bukti jika celana model panjang menjadi fashion tersendiri, sehingga tren pun menjadi mindset seluruh pebasket NBA saat ini. Setelah selesai membenahi basis internal, Stern pun melesatkan kakinya ke seluruh dunia dengan pelbagai aksi pemasaran yang sangat jitu. Tak heran jika saat ini olahraga basket memiliki kelas tersendiri sebagai olahraga yang eksklusif dengan bentangan ruang promosi yang semakin besar, tidak melulu minuman olahraga.
Di Indonesia?semua itu pasti hanyalah bayangan semata. Ditilik dari sisi basket misalnya, tak ada yang bisa terlalu dibanggakan, paling tidak berdasar data yang telah diraih bolabasket Indonesia saat ini. Meski gaya pemainnya boleh lah, tapi itu tidak diimbangi dengan aksinya di lapangan. Tak heran jika olahraga ini pun hanya sekedar untuk memeras keringat tanpa bisa dijual secara luas, apalagi ke luar negeri. Langkah yang telah dilakukan NBA ternyata ditiru abis oleh Filipina. Tak heran jika kompetisi di level PBA sangat menggigit, dan mereka sudah tak memalingkan mukanya di level Asia Tenggara, tapi sudah ke kejuaraan dunia. Kenapa Indonesia gak bisa ya?. Nasib yang sama tentu menimpa beberapa cabang lainnya, kecuali bulutangkis yang juga sebenarnya tengah mengalami masa pasang surut.


Minggu, Februari 10, 2008

Euforia Sriwijaya, Keprihatinan Sepakbola Indonesia

by noenx's
BERMAIN sepi tanpa penonton. Akhir yang sangat-sangat menyesakkan bagi kedua tim, pasalnya bukan rahasia lagi jika bermain tanpa ada teriakan dan celotehan penonton tentu menjadikan sayur di lapangan terasa kurang garam.
Tapi sudahlah, itu kan hanya hasil regulasi PSSI yang sepertinya tidak pernah belajar dari apa yang terjadi sebelumnya. Sebuah kesalahan yang terus menerus dilakukan dan berulangkali dihalalkan kalangan otorita sepakbola nasional yang sepertinya sudah mulai “gendeng”.
Yang jelas, nasi sudah menjadi bubur. Dan bubur kenikmatan itu sudah direguk secara manis oleh kubu Wong Kito Galo, Sriwijaya FC Palembang. Hasil yang tentunya di sisi lain bakal semakin meningkatkan promosi hebat Visit Musi 2008, bahkan sepertinya Visit Indonesia Year 2008 kalah jauh genderangnya di luar negeri dari apa yang dibuat pemerintah kota Palembang dan provinsi Sumsel itu.
Di luar itu, harus diakui jika secara analisis teknik, permainan sepakbola dalam Liga Djarum Indonesia sepertinya masih kalah jauh dibandingkan apa yang dipraktikkan di level Copa Dji Sam Soe. PSSI pun harus jujur dan mengakui “kekalahan” dari pengelolaan swasta tersebut. Entah dari sisi organisasi turnamen sampai kualitas SDM pendukung, level Copa justru lebih bergensi daripada Liga. Juara Liga hanya berkapasitas sebagai yang terbaik di Indonesia, namun the real best in Indonesia justru keluar dari tiap laga Copa Dji Sam Soe/ Memang tidak ada yang sempurna, karena dalam Copa juga terjadi kerusuhan antarsuporter, namun paling tidak sisi ideal dalam penjadwalan turnamen membuat tim-tim mampu bermain maksimal dengan gairah yang luar biasa.
Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur lagi. Sriwijaya telah menorehkan sejarah menjadi double winner di tahun 2008 ini, juara Liga Djarum Indonesia dan jawara Copa Dji Sam Soe 2007. Selamat tentunya untuk pasukan Rahmad Darmawan, dan ini seharusnya menjadi kredit tersendiri bagi seorang Rahmad. Di sisi lain, Benny Dollo harusnya malu jika sudah duduk di kursi pelatih timnas karena hanya menang secara “politis”, tapi pada akhirnya tidak mampu memberi gelar apapun , minimal juara SEA Games-lah.
Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Namun sebelum menjadi bubur, sepertinya di balik hingar bingar kompetisi di Indonesia, justru rasa sedih dan keprihatinan mendalam, kalau tidak boleh dibilang sebagai bencana, menyeruak dari dalam diri.
Bagaimana tidak, level Liga Djarum Indonesia secara teknik mungkin terus naik, namun tidak bagi penerapan emosional dan psikis para pelaku sepakbola itu sendiri. Pelbagai kerusuhan antarsuporter, pemukulan wasit dan asisten wasit, pengrusakan stadion dan perkelahian pemain di dalam lapangan, menjadi bumbu ytak sedap dalam praktik persepakbolaan nasional di kompetisi 2007/2008 ini.
Di level timnas, pengaruh tersebut hanya berlaku sebentar tatkala Indonesia menjadi tuan rumah ajang Piala Asia 2007. Selebihnya penampilan tim Garuda selalu melempem, tanpa determinasi tinggi, mungkin akibat tak adanya uang tampil alias fee, dan sangat memalukan tanpa embel-embel bergengsi:juara.
Di level domestik lebih parah lagi. Bisa dilihat dari sang juara Liga Sriwijaya FC Palembang. Bagaimana mungkin bisa mendidik dan mengatrol pemain lokal jika lima pemain inti, dan itu ada di bagian penyerangan, berasal dari luar Indonesia alias pemain asing.
Cristian Lenglolo, Keith Kayamba Gumbs, Wijay, Obiora bahkan Carlos Renato Elias menjadi kekuatan inti Sriwijaya sepanjang musim ini. Lalu dimana pemain lokalnya?nyaris tidak ada pemain asli Palembang!miris bukan?
Lawannya, PSMS Medan setali tiga uang. Meski memiliki pemain lokal sekaliber Saktiawan Sinaga, Rommy Diaz Putara sampai Markus Horizon, namun tetap saja pesona teknik dan visi James Koko, Gustavo Chena dan Fermento menjadi palang tangguh keseimbangan permainan anak-anak Medan sepanjang musim ini.
Di level semua klub di Indonesia, bahkan sampai ke tingkat Divisi II, label pemain asing tetap menjadi ikon dan jaminan sukses tersendiri. Akibatnya juga terjadi kecemburuan sosial yang teramat tinggi. Bayangkan ada pemain lokal yang hanya dibayar Rp3 juta per bulan, sedangkan pemain asing ada yang memiliki kontrak Rp2 miliar per tahun. Sungguh sebuah ironis tersendiri, sebuah modal yang entah kapan menjadi titik balik persepakbolaan tanah air.
Quovadis pemain asing pun semakin sahih tatkala kita melihat jajaran pencetak gol yang ada di Liga Djarum Indonesia musim ini. Dari deretan pencetak gol terbanyak hingga gelontoran pencetak 14 gol, hanya ada nama Bambang Pamungkas yang menyeruak di antara serbuan para pemain asing.. Praktis semuanya dikuasai Cristian Gonzales, Julio Lopez, Beto, James Koko, Osvaldo Moreno, Edgar Anazco, Marcio Souza, Greg Nokolo sampai Claudio Pronetto.
Melihat tampilan statistik seperti itu, kemana sebenarnya pemain Indonesia lainnya?Di manakah letak Kurniawan Dwi Yulianto, Budi Sudarsono, Rahmat Rivai, Saktiawan Sinaga sampai striker berkelas Aliyudin?sepertinya mereka lupa untuk membikin gol atau bahkan sibuk untuk melayani gaya permainan ala pemain asing?
Sebuah masalah besar tengah menghadang dunia persepakbolaan di Indonesia. Muara dari liga berupa terbentuknya timnas yang tangguh seperti masih jauh panggang dari api. Boro-boro merasakan matangnya, panasnya saja nyaris tidak tersentuh. Sebuah ironis di tengah euforia sang juara Sriwijaya. Semoga otoritas persepakbolaan Indonesia bisa lebih memandang tajam. (foto:www.google.com