Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 26, 2008

Farrah Gray; Reallionaire

resensi by noenx's
Alunan si Miliuner Muda

Jangan pernah takut untuk memulai hal dengan sesuatu yang sepele. Justru sesuatu yang sepele itu bukan tidak mungkin menjadi sesuatu yang tidak bisa disepelekan.

PESAN itu terlihat pada sosok ibu saat si bocah ingusan Farrah Gray berusia 6 tahun. Kondisi keluarga yang kesulitan dalam hal ekonomi, satu tahun kemudian mampu membuat pikiran anak kecil berkelebat saat melihat tumpukan botol lotion di kompleks rumahnya yang kumuh.
Selang dua hari kemudian ia pun menjual kembali produk lotion yang berasal dari kumpulan cairan lotion bekas. Tak dinyana, dalam sehari Farrah kecil mampu menghasilkan uang sendiri;10 dolar. Sebuah hasil yang membuatnya kaget. Sejak saat itulah prinsip dan jiwa kewirausahaan Farrah muncul, mulai mengeluarkan kartu nama berlabel CEO Abad 21, dan akhirnya menuai hasil maksimal hingga memiliki omzet lebih dari 250 juta dolar AS hanya dalam usia 14 tahun!.
Fenomenal?jelas iya untuk ukuran dimana kondisi ekonomi tengah karut marut. Kini kisah sukses pemilik jaringan kartu seluler khusus anak, Kidztel ini berhasil merebut hati jutaan pembaca di dunia. Tak ayal, buku berjudul Reallionaire ini mampu menembus level world best seller.
Membaca buku ini bakal membawa kita ke sebuah alunan khas tersendiri dari seorang Farrah Gray. Naik, turun, terjerembab, dikhianati partner sampai pencurian ide, menjadi polemik tersendiri yang membuat kita bakal semakin bersemangat. Apalagi bagi individu yang tengah mengalami saat-saat berada di bawah, buku ini jelas memberi efek positif dengan gaya bertutur-tuturnya yang mengena dan tidak bertele-tele.
Rincian proses menjadi besar ala Farrah Gray menjadi inti kekuatan dalam buku ini. Meski masih sangat hijau di dunia bisnis, namun ia dengan penuh percaya diri berjalan di tengah kalangan yang sempat menganggapnya “barang remeh temeh” alias tak berguna. Perjalanan teguhnya membaca sosok bocah kecil ini menjadi seorang CEO termuda yang memiliki kantor di jajaran Wall Street.
Meski di beberapa bagian masih mengandung sisi yang sebenarnya mubazir, namun buku ini mampu memberi nafas emosional yang pada ujungnya menginfiltrasi oksigen kita dengan sebuah pernyataan; tak pernah ada kata terlambat di dunia.
Satu hal yang menarik, buku ini mengetengahkan pembelajaran sekaligus dalam setiap akhir bab. Anda dipersilakan langsung berinteraksi dengan kandungan buku, mengisi sebuah formulir lampiran yang melatih diri pembaca untuk benar-benar langsung mengaplikasikan apa yang ada di pikiran. Sebuah teknik runtutan buku yang sangat kreatif tentunya.
Rangkaian “pelatihan” pada setiap akhir bab mampu menggiring pembaca tanpa sengaja ke sebuah kesimpulan tentang apa yang akan dilakukan pembaca dan penggalian potensi secara tidak langsung. Sistematis, cerdas, tidak menggurui dan inovatif, semuanya ada di buku ini. (persda network/nurfahmi)



The Trump Way, The Way to Success

resensi by noenx's
Rahasianya: Kreatif dan Pantang Menyerah!

Saya dijuluki negosiator ulung karena saya biasanya mendapatkan apa yang saya inginkan. Saya ingin bernegosiasi untuk menang dan saya pun menang….Jangan biarkan ekspektasi membelenggu Anda. Kadang Anda harus banting setir, mengubah rencana, bertindak bagaikan psikolog atau sedikit menjadi bunglon untuk mengetahui oendekatan negosiasi terbaik.

KALIMAT yang menggambarkan sosok Donald Trump di atas langsung manyambut pandangan mata kita saat pertama kali membuka “baju” buku berkategori best seller dunia, The Trump Way, The Way to Success. Terjemahan asli judul buku itu, Jalan Trump: Jalan Menuju Sukses, jelas sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi penggiat bisnis dunia.
Merenungi perjalanan sosok pemilik jaringan real estate dan properti yang tersebar dari jajaran kota New York, Los Angeles sampai Hawaii ini tentu tidak ada habisnya. Putaran rollcoaster memang telah menjadikan sosok putra asli negeri Paman Sam ini terlihat kuar. Tidak hanya properti dan real estate, namun saat ini jaringannya sudah merajah unit bisnis parfum, restoran, kasino, pakaian olahraga, jam tangan, kemeja sampai aksesori leher. Sebuah prestasi bisnis luar biasa yang bisa jadi mampu mengilhami kalangan pebisnis di Indonesia.
“Jangan pernah menyerah, rengkuhlah apa yang ingin kau rengkuh, janngan pernah bosan untuk melobi dan takut pada halangan, mengalirlah seperti air namun jangan selemah air ketika harus terpecah menghantam kerikil kecil,”itu satu pesan penting Trump.
Satu lagi, “Orang yang antusias terhadap pekerjaannya tidak memiliki rasa takut apapun terhadap hidup ini” (halaman 226). Corong motivasi jelas menjadi tujuan terakhir buku ini. Bukna hanya untuk sekedar menjadi bacaan penyemangat jiwa, namun nilai filosofis di dalamnya jelas menjadi nilai lebih tersendiri bagi si pembaca.
Meski terbilang masih terlalu tebal untuk ukuran pebisnis Indonesia yang terlalu “sibuk”, setidaknya jalan sukses seorang Donald Trump jelas menjadi inspirasi tersendiri. Paling tidak, segmen intuitif seseorang bakal terangsang. Pelbagai unit langkah yang terlihat sederhana bagi kita, ternyata mampu menjadi titik kunci seorang Trump membangun kerajaan bisnisnya. Bersainglah dengan diri sendiri, jangan menjadi meteorit yang bersinar sekejap lalu lenyap (hal.227).
Membaca isi buku ini membawa sebuah penerawangan logis dikombinasikan dengan unsur statistik realistis yang mampu memberi sebuah pengetahuan, bukan pengajaran. Paling tidak, meski tidak atau belum bisa teraplikasi dalam setiap diri kita, namun mampu memberi tambahan ilmu yang sangat berguna suatu saat.
Sebuah pilihan gaya hidup pun bisa tersarikan dari buku yang baru saja hadir di Indonesia ini. Gaya hidup bukan virtual, melainkan lebih pada habits dan behaviour jelas memberi benefit tersendiri bagi pelaku bisnis. Pun bukan bagi pelaku bisnis, untuk masyarakat biasa kualitas buku ini jelas mampu mengisi resensi ilmu di dalam otak kita masing-masing. Trik, seni, intuitif, nekad, strategi, momentum sampai pada finalisasi dan sentuhan terakhir jelas terasa dalam buku yang disertai contoh nyata bagaimana Anda harus melangkahkan kaki, atau darimana dan bagaimana saat Anda harus pertama kali melangkahkan kaki.
Donald Trump sebenarnya sudah lama menjadi sorotan. Sepak terjangnya di dunia bisnis negeri Paman Sam jelas memiliki kelas tertinggi. Fenomena manajerial bisnisnya telah menjadi inspirasi banyak orang, langkah-langkah intuitif penuh perhitungan telah mengantarkannya menjadi seorang entrepeneur sejati. Beranjak dari hal kecil, kini Donald telah memiliki aset puluhan triliun yang tersebar dalam puluhan jenis binis baik di USA maupun di beberapa kota besar di Eropa lainnya.
Fakta bahwa dia berhasil membangkitkan kembali kerajaan bisnisnya dan menjadi miliarder setelah tenggelam dalam utang sebesar 9 miliar dolar AS membuat kisah hidupya menjadi semakin luar biasa.
Sosok pria ini mengenal dunia bisnis dari segala perspektif, dari segala sudut, atas maupun bawah dari dalam maupun luar. Dalam inti buku ini pun, Anda akan menyimak pelbagai prinsip praktis yang selama ini memandu karirnya.
Buku ini memang dihadirkan secara spesial bagi kalangan yang tengah beranjak dari keterpurukan ataupun yang tengah menjaga motivasi. Buku ini sendiri bukan bermaksud untuk menggurui ataupun menyatakan apa yang tertera bisa menjadi kunci, namun buku ini lebih kepada memberikan pengetahuan, wawasan dan tambahan psikologi bahwa hal yang tak biasa bisa menjadi luar biasa dan hal yang tdak bisa dijangkau menjadi sesuatu yang bisa dijangkau bahkan dengan mudah sekalipun.
Beberapa prinsip dan jalan seorang Trump terpampang jelas di buku ini. Jika memang tidak mempunyai waktu banyak, jelas poin-poinnya saja sudah mampu kita jabarkan. Sebuah hal yang sebenarnya sepele namun terkadang kita lupakan dalam setiap langkah.
Modal pertama menurut Trump adalah jangan pernah menyia-siakan hidup Anda untuk pekerjaan yang tidak Anda sukai, tetapkan standar tinggi, berpikir skala, memiliki keteguhan, tanpa pengetahuan Anda tak punya peluang, tidak pernah takut untuk dipecat, bukti dalam tindakan tidak hanya retorika semata dan penggunaan naluri adalah nasehat terbaik.
Sisi lainnya antara lain, belajar itu menyenangkan, melihatlah semuanya secara menyeluruh, menunggu peluang yang tepat, hindari pola yang sama, selalu berbuat lebih, hasil lebih penting daripada cara, perlakukan pekerjaan Anda sebagai seni, ikuti perkembangan, ketegaran butuh keberanian, berpetualang, kepercayaan diri dan memanfaatkan momentum potensial Anda. Yang terakhir tentu jangan pernah menyerah untuk menggali diri Anda supaya melesat dan konsentrasi pada target bukan pada alat. Tak salah jika The New York Times mengungkapkan buku ini sebagai solusi mutakhir kebuntuan bisnis. (persda network/nurfahmi)