-Italia Panggil Alessandro Gamberini
HANTAMAN keras menghujam kubu timnas Italia menjelang perhelatan Euro 2008. Bek sekaligus kapten Fabio Cannavaro dibekap cedera cukup parah pada ligamen ankle kirinya.
Hal itu terjadi setelah dirinya bertabrakan keras dengan Giorgio Chiellini dalam sesi latihan perdana di Modling Austria, kemarin. Menurut Channel4, cedera itu terbilang parah karena menyebabkan bek asal Real Madrid itu sama sekali tak bisa berdiri utuh dan menggerakkan kaki kirinya. Pelatih timnas, Roberto Donadoni pun bereaksi cepat dengan memanggil bek asa Fiorentina, Alessandro Gamberini, untuk menggantikan posisi Cannavaro.
Dokter tim Paolo Zeppili menyebut, apa yang menimpa pada pemain yang sudah memiliki 116 cap ini terbilang 'sesuatu yang tidak kecil'. Hal ini terindikasi dari kepanikan yang sempat menyelimuti kubu Gli Azurri sesaat setelah Cannavaro tergeletak. Mereka segera membawa mantan pemain Juventus itu ke rumah sakit untuk mengetahui efek benturan dengan Chiellini itu. "Kami harus bekerja keras, butuh 12 jam lebih untuk memeriksa kemungkinan cederanya dan sebisa mungkin membuatnya cepat sembuh meski sepertinya hal itu sulit terjadi untuk satu minggu ke depan, kami khawatir ada pergeseran tulang di dalamnya,"ucap Zeppili di FIGC, Selasa (3/6).
Jika Cannavaro benar-benar absen, tentu sebuah kerugian besar bagi Italia yang ingin menyandingkan gelar juara dunia dengan gelar juara Eropa. Lini belakang pun bakal sedikit keropos karena praktis hanya tinggal Cristian Panucci yang memiliki catatan stabil. "Kami tidak ingin beranda, namun kehadiran Gamberini bisa memberi sedikit ketenangan,"ucap Donadoni.
Gamberini sendiri baru memiliki 2 cap. Namun penampilan pemain berusia 26 tahun musim ini bersama Fiorentina dianggap cukup beralasan untuk memanggilnya ke skuad timnas. Musim ini ia bermain 40 kali di Serie A dan Piala UEFA. (persda network/bud)
Selasa, Juni 03, 2008
Torres Absen Enam Hari
-Siap Berlaga Lawan Rusia
KEJUTAN kembali terjadi menjelang laga Euro 2008 dimulai. Setelah cedera menghantam Ryan Babel, Pavel Pogrebnyak, Patrick Vieira dan Fabio Cannavaro, kini giliran kubu timnas Spanyol yang kelimpungan.
Pasalnya, striker andalan mereka Fernando Torres diketahui terkena cedera engkel pada kaki kanan dan lutut yang dirasa sedikit nyeri. Menurut El Mundo Deportivo, harian berbasis di Barcelona, rasa nyeri pada lutut Torres ditularkan dari gerakan engkel kaki yang terbatas.
Kabar cedera Torres pertama kali tersiar setelah penyerang Liverpool itu tidak menampakkan batang hidunya di sesi latihan timnas. Pemain berjuluk El Nino ini mendapat cedera setelah pertandingan persahabatan melawan timnas Peru akhir minggu lalu.
Menurut sumber A Bola, Selasa (3/6), cedera yang diperoleh Torres adalah kambuhan semasa ia berada di Atletico Madrid. Hasil pemeriksaan awal menyebutkan, mantan bintang Vicente Calderon ini bakal menjalani fase istirahat maksimal enam hari. Ini artinya, kemungkinan besar ia bakal absen saat Spanyol menggelar partai ujicoba melawan Amerika Serikat, hari ini. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya terapi biasa, dan sepertinya ia siap untuk laga perdana nanti,"ucap sumber tersebut. Jika benar estimasi tersebut, Fernando Torres bisa diturunkan pada laga perdana Spanyol kontra Rusia, Selasa (10/6) mendatang.
Cedera yang menimpa Torres memang sudah sering terjadi. Hal ini adalah ulangan saat ia merumput bersama Atletico Madrid dan di awal masa kedatangannya untuk memerkuat Liverpool.
Meski tanpa kehadiran Torres, tim Matador tetap menjalani latihan seperti biasa di komplek latihan Ciudad del Futbol de La Rozas. Dalam latihan itu, Pelatih Spanyol Luis Aragones membagikan skuadnya ke dalam dua grup, bertahan dan menyerang. (persda network/bud)
KEJUTAN kembali terjadi menjelang laga Euro 2008 dimulai. Setelah cedera menghantam Ryan Babel, Pavel Pogrebnyak, Patrick Vieira dan Fabio Cannavaro, kini giliran kubu timnas Spanyol yang kelimpungan.
Pasalnya, striker andalan mereka Fernando Torres diketahui terkena cedera engkel pada kaki kanan dan lutut yang dirasa sedikit nyeri. Menurut El Mundo Deportivo, harian berbasis di Barcelona, rasa nyeri pada lutut Torres ditularkan dari gerakan engkel kaki yang terbatas.
Kabar cedera Torres pertama kali tersiar setelah penyerang Liverpool itu tidak menampakkan batang hidunya di sesi latihan timnas. Pemain berjuluk El Nino ini mendapat cedera setelah pertandingan persahabatan melawan timnas Peru akhir minggu lalu.
Menurut sumber A Bola, Selasa (3/6), cedera yang diperoleh Torres adalah kambuhan semasa ia berada di Atletico Madrid. Hasil pemeriksaan awal menyebutkan, mantan bintang Vicente Calderon ini bakal menjalani fase istirahat maksimal enam hari. Ini artinya, kemungkinan besar ia bakal absen saat Spanyol menggelar partai ujicoba melawan Amerika Serikat, hari ini. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya terapi biasa, dan sepertinya ia siap untuk laga perdana nanti,"ucap sumber tersebut. Jika benar estimasi tersebut, Fernando Torres bisa diturunkan pada laga perdana Spanyol kontra Rusia, Selasa (10/6) mendatang.
Cedera yang menimpa Torres memang sudah sering terjadi. Hal ini adalah ulangan saat ia merumput bersama Atletico Madrid dan di awal masa kedatangannya untuk memerkuat Liverpool.
Meski tanpa kehadiran Torres, tim Matador tetap menjalani latihan seperti biasa di komplek latihan Ciudad del Futbol de La Rozas. Dalam latihan itu, Pelatih Spanyol Luis Aragones membagikan skuadnya ke dalam dua grup, bertahan dan menyerang. (persda network/bud)
EuroPass: Kombinasi Teknologi-Intelejensia Pemain
DI sebuah turnamen akbar, tidak hanya suguhan permainan saja yang bisa menjadi tontonan menarik. Namun pernak-pernik lain juga mampu menyedot perhatian tak kalah banyak. Satu di antaranya adalah bola yang akan digunakan. Nah, di Euro 2008 ini, produsen apparel asal Jerman, Adidas kembali membuat terobosan baru yang melahirkan official ball bertajuk EuroPass.
Produk ini sangat berbeda dengan beberapa jenis bola dalam gelaran Piala Eropa rentang 28 tahun terakhir. EuroPass dipastikan sangat berbeda dengan Tango Italia (1980), Tango Mundial (1984), Tango Europa (1988), Etrusco Unico (1992), Questra Europa (1996), Terrestra Silverstream (2000) dan Roteiro (2004).
Adidas EuroPass ini memiliki spesifikasi yang membuat perpaduan antara teknologi dan intelejensia si pemain. Artinya, teknologi yang digunakan adalah hasil adopsi dari riset sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik si pemain. Kabarnya, butuh waktu dua tahun bagi periset-periset Adidas untuk menghasilkan adik kandung Teamgeist dan Roteiro ini.
Secara aerodinamis, Europass memiliki perbedaan performa disebabkan pola panel dan peniadaan chip di dalam bola. Khusus penghilangan chip, Adidas merujuk pada keluhan beberapa pemain yang menyebut keberadaan teknologi di dalam bola itu justru mengganggu kestabilan karena tak jarang malah membuat pergeseran arah bola, selain karena angin.
Sistem keseimbangan bola menjadi perhatian karena telah dilengkapi dengan 14 panel yang menopang bahan PSC-Texture, yang membuat bola semakin lembut namun stabil.
Ke-14 panel ini akan menjadi faktor kunci bagi pemain. Kabarnya, penggunaan 14 panel itu didasarkan pada spesimen karakter pemain yang berbeda-beda di benua biru itu. Beberapa yang menjadi dasar antara lain kemampuan tendangan bebas, titik tendangan keras, juggling, kemampuan mendrible dan gaya kiper dalam menguasai bola. "Kami mencoba mengikuti kemauan para pemain, bola adalah ornamen penting dan kami sudah berusaha untuk memberi yang terbaik,"ujar Michael Platini, Presiden UEFA.
Perbedaan nyata memang sangat terlihat dari bola edisi Euro 2004 lalu, Roteiro. Bahan yang digunakan sangat berbeda, PSC untuk EuroPass dan Syntetic PU untuk Roteiro. Bahan ini memiliki karakteristik yang berbeda, dan Roteiro memang sangat memanjakan pemain dengan tendangan sangat keras namun merugikan kalangan kiper.
Dimensi bola juga terhitung sangat stabil. Jika Roteiro bisa mengembang sekitar 5- 7 persen, EuroPass dipastikan batas maksimalnya hanya 1 persen. Secara mekanik, ini akan memberi efek pada kestabilan bola di udara, sehingga pemain tidak perlu lagi menyesuaikan diri seiring penggunaan bola yang lama.
Bagi pemain yang suka dengan gaya voli dan mendrible, EuroPass juga memberi kemampuan mumpuni. Pantulan maksimal 2 cm jelas memberi efek perhitungan matang bagi pemain untuk melepas tendangan maupun mendrible di dekat kaki mereka. Ini ditunjang dengan tekanan hilang yang hanya 11 persen, sehingga bola dijamin tidak akan liar. (persda network/bud)
Manjakan Spesialis Free Kick
SEJAK Euro 1996, bola selalu didesain untuk menghasilkan perputaran dan lingkar parabolik yang membuat penendang free kick memiliki kemampuan lebih. Pemain sekelas Zinedine Zidane, David Beckham, Alessandro del Piero, Fransesco Totti sampai Cristiano Ronaldo jelas sudah merasakan tatanan teknologi bola. Arah parabolik yang mereka ciptakan tentu berasal dari kecermatan dalam menganalisis kemampuan bola.
EuroPass juga memiliki layanan hebat untuk spesialis free kick dan penendang dari luar kotak penalti. Tak heran jika nanti di Euro 2008 ini bakal banyak tendangan spekulasi dari luar kotak penali dan gol-gol indah plessing bola.
Menurut statistik Adidas, EuroPass memiliki jangka kemampuan perputaran 3500 putaran dalam kecepatan 50 km per jam. Angka ini lebih sedikit dari Roteiro yang menyentuh 4000 putaran dalam 50 km/jam. Namun jangan salah, justru dengan angka lebih kecil, kemampuan para penendang jarak jauh bakal makin terkplorasi.
Sudut parabolik yang akan dibuat di udara juga bakal semakin stabil. Paling tidak, si pemain tidak perlu lagi menghitung ulang kekuatan angin, karena dengan sistem kombinasi berat bola maksimal 444 gram, jelas putaran angin sampai 10 knot pun tetap membuat bola stabil.
Ini membuat pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Deco, Alex frei, Michael Ballack sampai Alessandro del Piero bakal mudah mengkreasi arah dan gerak parabolik si kulit bundar. Ini tentu menjadi kabar "buruk" bagi para kiper, karena mereka dituntut lebih mengetahui arah bola terlebih dulu, apalagi saat tendangan penalti. (persda network/bud)
Kritik Lehmann
EURO 2008 belum dimulai, namun EuroPass sudah menuai protes. Kali ini datang dari kiper utama Jerman Jens Lehmann. Menurutnya, faktor bola menjadi kendala tersendiri sehingga gawangnya harus kebobolan saat partai persahabatan melawan Belarusia minggu lalu. Dalam pertandingan tersebut, Jerman memang sempat unggul dua gol, sebelum Belarusia menyamakan kedudukan menjadi 2-2, di 30 menit sisa pertandingan.
Bagi mantan kiper Arsenal ini, EuroPass terlihat memiliki pergerakan yang sangat sulit untuk diantisipasi.
"Europass sangat menyulitkan saya. Bola ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Lagipula, saya baru satu minggu ini berlatih dengan bola tersebut,"papar Lehmann.
Ia menuturkan, di awal pertandingan diirnya sangat sulit mengendalikan dan menentukan arah bola. Kesulitan tertinggi adalah saat ingin menangkap karena bola itu justru makin berputar terkena efek angin. "Benar-benar bola liar, dan itu memang memanjakan para penendang dengaan plessing keras,"imbuh suksesor Oliver Kahn ini. (persda network/bud)
Produk ini sangat berbeda dengan beberapa jenis bola dalam gelaran Piala Eropa rentang 28 tahun terakhir. EuroPass dipastikan sangat berbeda dengan Tango Italia (1980), Tango Mundial (1984), Tango Europa (1988), Etrusco Unico (1992), Questra Europa (1996), Terrestra Silverstream (2000) dan Roteiro (2004).
Adidas EuroPass ini memiliki spesifikasi yang membuat perpaduan antara teknologi dan intelejensia si pemain. Artinya, teknologi yang digunakan adalah hasil adopsi dari riset sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik si pemain. Kabarnya, butuh waktu dua tahun bagi periset-periset Adidas untuk menghasilkan adik kandung Teamgeist dan Roteiro ini.
Secara aerodinamis, Europass memiliki perbedaan performa disebabkan pola panel dan peniadaan chip di dalam bola. Khusus penghilangan chip, Adidas merujuk pada keluhan beberapa pemain yang menyebut keberadaan teknologi di dalam bola itu justru mengganggu kestabilan karena tak jarang malah membuat pergeseran arah bola, selain karena angin.
Sistem keseimbangan bola menjadi perhatian karena telah dilengkapi dengan 14 panel yang menopang bahan PSC-Texture, yang membuat bola semakin lembut namun stabil.
Ke-14 panel ini akan menjadi faktor kunci bagi pemain. Kabarnya, penggunaan 14 panel itu didasarkan pada spesimen karakter pemain yang berbeda-beda di benua biru itu. Beberapa yang menjadi dasar antara lain kemampuan tendangan bebas, titik tendangan keras, juggling, kemampuan mendrible dan gaya kiper dalam menguasai bola. "Kami mencoba mengikuti kemauan para pemain, bola adalah ornamen penting dan kami sudah berusaha untuk memberi yang terbaik,"ujar Michael Platini, Presiden UEFA.
Perbedaan nyata memang sangat terlihat dari bola edisi Euro 2004 lalu, Roteiro. Bahan yang digunakan sangat berbeda, PSC untuk EuroPass dan Syntetic PU untuk Roteiro. Bahan ini memiliki karakteristik yang berbeda, dan Roteiro memang sangat memanjakan pemain dengan tendangan sangat keras namun merugikan kalangan kiper.
Dimensi bola juga terhitung sangat stabil. Jika Roteiro bisa mengembang sekitar 5- 7 persen, EuroPass dipastikan batas maksimalnya hanya 1 persen. Secara mekanik, ini akan memberi efek pada kestabilan bola di udara, sehingga pemain tidak perlu lagi menyesuaikan diri seiring penggunaan bola yang lama.
Bagi pemain yang suka dengan gaya voli dan mendrible, EuroPass juga memberi kemampuan mumpuni. Pantulan maksimal 2 cm jelas memberi efek perhitungan matang bagi pemain untuk melepas tendangan maupun mendrible di dekat kaki mereka. Ini ditunjang dengan tekanan hilang yang hanya 11 persen, sehingga bola dijamin tidak akan liar. (persda network/bud)
Manjakan Spesialis Free Kick
SEJAK Euro 1996, bola selalu didesain untuk menghasilkan perputaran dan lingkar parabolik yang membuat penendang free kick memiliki kemampuan lebih. Pemain sekelas Zinedine Zidane, David Beckham, Alessandro del Piero, Fransesco Totti sampai Cristiano Ronaldo jelas sudah merasakan tatanan teknologi bola. Arah parabolik yang mereka ciptakan tentu berasal dari kecermatan dalam menganalisis kemampuan bola.
EuroPass juga memiliki layanan hebat untuk spesialis free kick dan penendang dari luar kotak penalti. Tak heran jika nanti di Euro 2008 ini bakal banyak tendangan spekulasi dari luar kotak penali dan gol-gol indah plessing bola.
Menurut statistik Adidas, EuroPass memiliki jangka kemampuan perputaran 3500 putaran dalam kecepatan 50 km per jam. Angka ini lebih sedikit dari Roteiro yang menyentuh 4000 putaran dalam 50 km/jam. Namun jangan salah, justru dengan angka lebih kecil, kemampuan para penendang jarak jauh bakal makin terkplorasi.
Sudut parabolik yang akan dibuat di udara juga bakal semakin stabil. Paling tidak, si pemain tidak perlu lagi menghitung ulang kekuatan angin, karena dengan sistem kombinasi berat bola maksimal 444 gram, jelas putaran angin sampai 10 knot pun tetap membuat bola stabil.
Ini membuat pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Deco, Alex frei, Michael Ballack sampai Alessandro del Piero bakal mudah mengkreasi arah dan gerak parabolik si kulit bundar. Ini tentu menjadi kabar "buruk" bagi para kiper, karena mereka dituntut lebih mengetahui arah bola terlebih dulu, apalagi saat tendangan penalti. (persda network/bud)
Kritik Lehmann
EURO 2008 belum dimulai, namun EuroPass sudah menuai protes. Kali ini datang dari kiper utama Jerman Jens Lehmann. Menurutnya, faktor bola menjadi kendala tersendiri sehingga gawangnya harus kebobolan saat partai persahabatan melawan Belarusia minggu lalu. Dalam pertandingan tersebut, Jerman memang sempat unggul dua gol, sebelum Belarusia menyamakan kedudukan menjadi 2-2, di 30 menit sisa pertandingan.
Bagi mantan kiper Arsenal ini, EuroPass terlihat memiliki pergerakan yang sangat sulit untuk diantisipasi.
"Europass sangat menyulitkan saya. Bola ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Lagipula, saya baru satu minggu ini berlatih dengan bola tersebut,"papar Lehmann.
Ia menuturkan, di awal pertandingan diirnya sangat sulit mengendalikan dan menentukan arah bola. Kesulitan tertinggi adalah saat ingin menangkap karena bola itu justru makin berputar terkena efek angin. "Benar-benar bola liar, dan itu memang memanjakan para penendang dengaan plessing keras,"imbuh suksesor Oliver Kahn ini. (persda network/bud)
Turki: Alternatif 4-1-3-2
MENGHADAPI tiga lawan di fase Grup A, membuat Turki diperkirakan bakal lebih mengedepankan pertahanan, terutama melawan Portugal dan Republik Ceko, dua tim yang terkenal memiliki agresifitas penyerangan paling baik di grup ini. Namun pelatih Fatih Terim sudah menjanjikan timnya akan tampil menyerang, seperti biasanya.
Hal itu terbukti saat mereka mengadakan latihan di Centre Sportif de Colovray. Bahkan formasi 'aneh' sempat diperagakan Nihat Kahveci dkk, yakni 4-1-3-2. Namun pola ini bakal memberi efek kejutan bagi lawan-lawan mereka, Portugal, Swiss dan Republik Ceko.
Di sisi lain, formasi ini tetap menggunakan pola baku 4-4-2 yang dimodifikasi dengan tiga penyerang lubang berkualitas tajam yang ada pada Emre Belozoglu, Tuncay Sanli dan Hamit Altintop. Sementara di depan, dua penyerang haus gol sudah menanti layanan mereka: Semih Senturk dan Nihat Kahveci. Duet penyerang terbilang paling subur secara statistik.Musim ini Senturk menjebol jala lawan 17 kali dan meraih top skor di Super League Turki, sedangkan Kahveci sukses meraih 18 gol di La Liga. Dua penyerang ini sudah diback up oleh Colin Kazim-Richards (Fenerbahce), yang tampil mengejutkan musim ini.
"Itu hanya eksperimen, namun sepertinya cocok juga kalau pola itu diterapkan, karena memang menyerang adalah pola kami,"ucap Terim, yang sukses bersama Turki di Piala Dunia 2002 lalu.
Meski sempat khawatir dengan cedera yang menimpa Hamit Altintop, namun Terim tetap optimis timnya mampu bermain maksimal dan melangkah ke babak perempatfinal. "Itu target realistis kami, karena kami harus menyingkirkan satu di antara Ceko atau Portugal, tentu dengan tidak mengenyampingkan tuan rumah,"sebut Terim.
Secara teknis strategi, ia menyebut Turki bakal lebih agresif bermain di lini tengah. Pasalnya, ini dilakukan untuk menutup kekurangan yang dirasakan masih ada di lini belakang. "Itu sekaligus pertanda kami bakal mengejutkan,"ujar Terim. (persda network/bud)
Hal itu terbukti saat mereka mengadakan latihan di Centre Sportif de Colovray. Bahkan formasi 'aneh' sempat diperagakan Nihat Kahveci dkk, yakni 4-1-3-2. Namun pola ini bakal memberi efek kejutan bagi lawan-lawan mereka, Portugal, Swiss dan Republik Ceko.
Di sisi lain, formasi ini tetap menggunakan pola baku 4-4-2 yang dimodifikasi dengan tiga penyerang lubang berkualitas tajam yang ada pada Emre Belozoglu, Tuncay Sanli dan Hamit Altintop. Sementara di depan, dua penyerang haus gol sudah menanti layanan mereka: Semih Senturk dan Nihat Kahveci. Duet penyerang terbilang paling subur secara statistik.Musim ini Senturk menjebol jala lawan 17 kali dan meraih top skor di Super League Turki, sedangkan Kahveci sukses meraih 18 gol di La Liga. Dua penyerang ini sudah diback up oleh Colin Kazim-Richards (Fenerbahce), yang tampil mengejutkan musim ini.
"Itu hanya eksperimen, namun sepertinya cocok juga kalau pola itu diterapkan, karena memang menyerang adalah pola kami,"ucap Terim, yang sukses bersama Turki di Piala Dunia 2002 lalu.
Meski sempat khawatir dengan cedera yang menimpa Hamit Altintop, namun Terim tetap optimis timnya mampu bermain maksimal dan melangkah ke babak perempatfinal. "Itu target realistis kami, karena kami harus menyingkirkan satu di antara Ceko atau Portugal, tentu dengan tidak mengenyampingkan tuan rumah,"sebut Terim.
Secara teknis strategi, ia menyebut Turki bakal lebih agresif bermain di lini tengah. Pasalnya, ini dilakukan untuk menutup kekurangan yang dirasakan masih ada di lini belakang. "Itu sekaligus pertanda kami bakal mengejutkan,"ujar Terim. (persda network/bud)
Portugal: Tetap Pakai Striker Tunggal
ENTAH karena tuntutan tradisi atau hanya untuk memberi kejutan nantinya, Portugal mengindikasikan tetap akan menggunakan striker tunggal dalam dua laga awal babak penyisihan Grup A di Euro 2008 nanti. Pelatih timnas Luiz Felipe Scolari pada Jornal de Noticias, Senin (2/6) mengungkapkan, pihaknya sudah mendiskusikan rencana ini sejak Portugal dipastikan lolos ke putaran final turnamen empat tahunan ini.
"Kami tidak akan merubah, apalagi keputusan ini didukung oleh pelbagai kalangan terutama presiden Portugal sendiri,"ucap pelatih asal Brasil ini. Seperti diketahui, Presiden Portugal, Cavaco Silva mengadakan kunjungan resmi selama 25 menit guna memberi semangat pada tuan rumah Euro 2004 itu.
Saat berdiskusi dengan pelatih, sang presiden sampai masuk ke ranah teknis dan setuju jika Scolari tetap menggunakan striker tunggal. "Duet bisa saja, tapi sepertinya itu hanya cocok jika tim tak mampu membongkar pertahanan lawan,"ujar Scolari, menirukan ucapan Cavaco Silva.
Tipikal striker yang dimiliki Portugal seperti Helder Prostiga, Nuno Gomez dan Ariza Makukula memang sangat cocok sebagai pendobrak di lini depan. Apalagi dukungan pemain tengah seperti Cristiano Ronaldo, Ricardo Quaresma, Jose Moutinho, Simao Sabrosa dan Nani sudah menjadi jaminan tersendiri jika lini serang Portugal bakal menggelegar.
"Striker tunggal memang opsi pertama, namun semuanya tergantung di lapangan, bisa saja kami menggunakan duet, bahkan bukan tidak mungkin jika tiga pemain menyerang bermain sejajar di depan,"ucap Scolari, yang menargetkan juara di musim ini.
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo pun setuju saja dengan skema permainan sang pelatih. "Yang terpenting kami bermain menyerang dan menang, hasilnya kami bisa memenangi piala di hari terakhir nanti,"tegas pemain yang sempat ditawar 100 juta pound ini. (persda network/bud)
"Kami tidak akan merubah, apalagi keputusan ini didukung oleh pelbagai kalangan terutama presiden Portugal sendiri,"ucap pelatih asal Brasil ini. Seperti diketahui, Presiden Portugal, Cavaco Silva mengadakan kunjungan resmi selama 25 menit guna memberi semangat pada tuan rumah Euro 2004 itu.
Saat berdiskusi dengan pelatih, sang presiden sampai masuk ke ranah teknis dan setuju jika Scolari tetap menggunakan striker tunggal. "Duet bisa saja, tapi sepertinya itu hanya cocok jika tim tak mampu membongkar pertahanan lawan,"ujar Scolari, menirukan ucapan Cavaco Silva.
Tipikal striker yang dimiliki Portugal seperti Helder Prostiga, Nuno Gomez dan Ariza Makukula memang sangat cocok sebagai pendobrak di lini depan. Apalagi dukungan pemain tengah seperti Cristiano Ronaldo, Ricardo Quaresma, Jose Moutinho, Simao Sabrosa dan Nani sudah menjadi jaminan tersendiri jika lini serang Portugal bakal menggelegar.
"Striker tunggal memang opsi pertama, namun semuanya tergantung di lapangan, bisa saja kami menggunakan duet, bahkan bukan tidak mungkin jika tiga pemain menyerang bermain sejajar di depan,"ucap Scolari, yang menargetkan juara di musim ini.
Kapten Portugal Cristiano Ronaldo pun setuju saja dengan skema permainan sang pelatih. "Yang terpenting kami bermain menyerang dan menang, hasilnya kami bisa memenangi piala di hari terakhir nanti,"tegas pemain yang sempat ditawar 100 juta pound ini. (persda network/bud)
"Pemain Asing" di Euro
PERHELATAN Euro 2008 ternyata tidak hanya bertabur bintang, namun persaingan antarbintang itu sendiri juga menjadi hal yang sangat menarik. Paling mengejutkan ternyata deretan 'pemain asing' mencapai angka 175 pemain!. Sebuah angka yang membuktikan jika peredaran pemain di Eropa sudah mulai rata, meski tetap saja timnasnya kadang tak seimbang dengan perkembangan kompetisi domestik, dan Inggris satu contoh aktualnya.
Catatan panitia Euro 2008 menyebutkan, dari 16 negara peserta timnas Kroasia menjadi penyumbang tim dengan deretan pemain yang berlaga di luar Kroasia paling banyak. Artinya nyaris 80 persen kekuatan anak asuh Slaven Bilic ini adalah pemain yang berbasis di luar negeri Balkan itu. Sementara Rusia menjadi tim yang paling sedikit diperkuat "pemain asing", yakni 1 orang, Ivan Saenko yang bermain di Nurenberg, Jerman. (persda network/bud)
Berikut "pemain asing" peserta Euro 2008 :
Kroasia; 21 orang
Rep. Ceska; 20 orang
Swedia; 16 orang
Polandia; 14 orang
Swiss; 14 orang
Belanda; 14 orang
Perancis; 13 orang
Portugal; 12 orang
Rumania; 12 orang
Austria; 9 orang
Yunani; 9 orang
Turki; 6 orang
Italia; 5 orang
Spanyol; 5 orang
Jerman; 4 orang
Rusia; 1 orang
Catatan panitia Euro 2008 menyebutkan, dari 16 negara peserta timnas Kroasia menjadi penyumbang tim dengan deretan pemain yang berlaga di luar Kroasia paling banyak. Artinya nyaris 80 persen kekuatan anak asuh Slaven Bilic ini adalah pemain yang berbasis di luar negeri Balkan itu. Sementara Rusia menjadi tim yang paling sedikit diperkuat "pemain asing", yakni 1 orang, Ivan Saenko yang bermain di Nurenberg, Jerman. (persda network/bud)
Berikut "pemain asing" peserta Euro 2008 :
Kroasia; 21 orang
Rep. Ceska; 20 orang
Swedia; 16 orang
Polandia; 14 orang
Swiss; 14 orang
Belanda; 14 orang
Perancis; 13 orang
Portugal; 12 orang
Rumania; 12 orang
Austria; 9 orang
Yunani; 9 orang
Turki; 6 orang
Italia; 5 orang
Spanyol; 5 orang
Jerman; 4 orang
Rusia; 1 orang
Kunci Timnas Spanyol
Tengah
Francesc Fàbregas Soler
LINCAH, dinamis, visi bagus, penguasaan lapangan mumpuni, presisi umpan dan tendangan sama baiknya dan terlahir untuk menjadi pemain besar. Itulah potensi yang sudah diperlihatkan pemain asal Arsenal ini. Sempat "dibuang" Barcelona, Fabregas mampu berkembang cepat dan beradaptasi dengan permainan modern. Tak heran jika Spanyol sangat bergantung padanya untuk mendinamisir lapangan tengah.
Bersama Xavi, Fabregas bakal memanjakan jajaran striker negeri Matador itu dengan umpan terobosan yang memudahkan mereka menjebol gawang lawan. Jika para jugador tak mampu, dipastikan ia sendiri yang akan menuntaskan peluang menjadi gol dengan kekerasan tendangan kaki kiri dan kanan yang sama baiknya. di Euro 2008, Spanyol layak menunggu kiprah pemuda 21 tahun ini. (persda network/bud)
Fernando José Torres Sanz
KETAJAMANNYA sudah bukan rahasia lagi. Tidak hanya di tingkat lokal saja, namun ranah Inggris juga sudah merasakan sengatan sang Pangeran Baru ini. Torehan 24 gol bersama Liverpool di liga domestik musim ini jelas menjadi kekuatan tersendiri bagi Torres.
Tandukan, kecepatan lari yang konon mencapai 11 detik dalam 100 meter, serta tendangan kaki kanan dan kiri yang yahud, cocok berduet dengan siapapun atau bermain tunggalm, ditambah pencarian posisi yang sangat matang, membuat jalan lawan bakal selalu terancam oleh pemuda berjuluk El Nino ini. Euro 2008 bakal menjadi pembuktian siapa dirinya sekaligus posisinya dalam percaturan para striker Eropa. (persda network/bud)
Sergio Ramos García
TIPIKAL bek modern. Tidak hanya pandai bertahan, tapi juga sigap membantu penyerangan dan menorehkan gol. Selain itu, Spanyol juga beruntung memiliki bek handal berusia muda, baru 22 tahun. Tenang, agresif, tanpa basa basi dalam menjaga pergerakan striker lawan, unggul bola-bola atas dan bawah, serta bernaluri mencetak gol tinggi, membuat Ramos mampu menyalip Carlos Puyol guna menjadi kunci permainan di lini belakang.
Jumlah 22 gol sejak 2002 menjadi bukti ganasnya Ramos dalam bermain. Satu lagi, dia mampu ditempatkan dalam posisi bek tengah, gelandang bertahan maupun bek kanan dan bek kiri. (persda network/bud)
Francesc Fàbregas Soler
LINCAH, dinamis, visi bagus, penguasaan lapangan mumpuni, presisi umpan dan tendangan sama baiknya dan terlahir untuk menjadi pemain besar. Itulah potensi yang sudah diperlihatkan pemain asal Arsenal ini. Sempat "dibuang" Barcelona, Fabregas mampu berkembang cepat dan beradaptasi dengan permainan modern. Tak heran jika Spanyol sangat bergantung padanya untuk mendinamisir lapangan tengah.
Bersama Xavi, Fabregas bakal memanjakan jajaran striker negeri Matador itu dengan umpan terobosan yang memudahkan mereka menjebol gawang lawan. Jika para jugador tak mampu, dipastikan ia sendiri yang akan menuntaskan peluang menjadi gol dengan kekerasan tendangan kaki kiri dan kanan yang sama baiknya. di Euro 2008, Spanyol layak menunggu kiprah pemuda 21 tahun ini. (persda network/bud)
Fernando José Torres Sanz
KETAJAMANNYA sudah bukan rahasia lagi. Tidak hanya di tingkat lokal saja, namun ranah Inggris juga sudah merasakan sengatan sang Pangeran Baru ini. Torehan 24 gol bersama Liverpool di liga domestik musim ini jelas menjadi kekuatan tersendiri bagi Torres.
Tandukan, kecepatan lari yang konon mencapai 11 detik dalam 100 meter, serta tendangan kaki kanan dan kiri yang yahud, cocok berduet dengan siapapun atau bermain tunggalm, ditambah pencarian posisi yang sangat matang, membuat jalan lawan bakal selalu terancam oleh pemuda berjuluk El Nino ini. Euro 2008 bakal menjadi pembuktian siapa dirinya sekaligus posisinya dalam percaturan para striker Eropa. (persda network/bud)
Sergio Ramos García
TIPIKAL bek modern. Tidak hanya pandai bertahan, tapi juga sigap membantu penyerangan dan menorehkan gol. Selain itu, Spanyol juga beruntung memiliki bek handal berusia muda, baru 22 tahun. Tenang, agresif, tanpa basa basi dalam menjaga pergerakan striker lawan, unggul bola-bola atas dan bawah, serta bernaluri mencetak gol tinggi, membuat Ramos mampu menyalip Carlos Puyol guna menjadi kunci permainan di lini belakang.
Jumlah 22 gol sejak 2002 menjadi bukti ganasnya Ramos dalam bermain. Satu lagi, dia mampu ditempatkan dalam posisi bek tengah, gelandang bertahan maupun bek kanan dan bek kiri. (persda network/bud)
Fernando Torres: Janji Bikin 7 Gol
GENDERANG perang sudah bergema meski pertandingan sesungguhnya belum dimulai. Tidak hanya antartim, namun persaingan juga sudah menyeruak di level individu. Striker Spanyol, Fernando Torres sudah melakukan pemanasan itu. ia menyebut, banyak deretan pemain depan berkualitas di Euro, tapi ia bakal menunjukkan jatidirnya dengan gelontoran gol.
Ia pun menjanjikan tujuh gol dalam pengalaman perdananya di pentas Eropa. "Aku sudah tidak sabar lagi untuk memakai seragam timnas di Euro nanti, dan tujuh gol sepertinya sudah cukup sebagai persembahan perdanaku,"tegas pengoleksi 33 gol di semua ajang bersama Liverpool musim ini, seperti dirilis AS, Senin (2/6).
Ambisi Torres memang cukup beralasan. Deretan para gelandang di lini tengah pasukan Luis Aragones memang terbilang sangat mumpuni. Sodoran Cesc Fabregas, David Villa maupun umpan terobosan Xavi Hernandez jelas makin memanjakan Torres.. "Aku ingin membuat sejarah,"tegas mantan pangeran Vicente Calderon itu. (persda network/bud)
Ia pun menjanjikan tujuh gol dalam pengalaman perdananya di pentas Eropa. "Aku sudah tidak sabar lagi untuk memakai seragam timnas di Euro nanti, dan tujuh gol sepertinya sudah cukup sebagai persembahan perdanaku,"tegas pengoleksi 33 gol di semua ajang bersama Liverpool musim ini, seperti dirilis AS, Senin (2/6).
Ambisi Torres memang cukup beralasan. Deretan para gelandang di lini tengah pasukan Luis Aragones memang terbilang sangat mumpuni. Sodoran Cesc Fabregas, David Villa maupun umpan terobosan Xavi Hernandez jelas makin memanjakan Torres.. "Aku ingin membuat sejarah,"tegas mantan pangeran Vicente Calderon itu. (persda network/bud)
Spanyol: Latih 4-1-4-1 dan 4-4-2
ANCAMAN awal datang dari kubu tim unggulan di Grup D, Spanyol. Lawan- lawan mereka sepertinya bakal terus mendapat kejutan 'istimewa' dari sisi permainan Fernando Torres dkk.
Bagaimana tidak, pelatih Luis Aragones telah menyiapkan dua sistem pola konvensional yang dirubah menjadi pola modern dan dinamis, mengikuti gaya sepakbola cepat dengan presisi tinggi.
Saat ini skuad tim Matador terus mengadopsi pola 4-1-4-1 yang bisa ditransformasikan pada 4-4-2. Secara kasat mata sebenarnya pola itu nyaris sama, hanya saja di level teknis hal itu akan memberikan shock therapy pada setiap lawan Spanyol, terutama di putaran grup. Tak heran jika luapan optimisme juara sudah menyeruak.
"Aku sangat senang, optimis mampu mengembangkan peluang tim ini, semua level yang kami punya sudah memenuhi syarat, kini saatnya kami berpeluang menggondol gelar juara," ujar Luis Aragones (69), seperti dirilis Marca edisi bahasa Inggris, Senin (2/6).
Pola permainan kombinasi 4-1-4-1 yang dikembangkan Aragones memang sangat sesuai dengan matador-matador yang ada di dalam tim. Sebut saja bagaimana dahsyatnya kombinasi Cesc Fabregas, Xabi Alonso, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez untuk mendukung penyerang lubang David Villa yang menyokong penuh Fernando Torres.
Kini Aragones hanya perlu untuk menyiapkan mental anak asuhnya, sesuatu yang selama ini seperti menghilang dari kubu Spanyol. "Benar, tapi pengalaman pasukanku saat ini yang sebagian besar sudah bermain di level Eropa beberapa tahun terakhir, jelas memberi kekuatan tersendiri, aku yakin mereka mampu bertahan,"ucap Aragones, yang menyebut keputusan untuk 'menendang' Raul Gonzales adalah satu langkah positif untuk memunculkan mentalitas juara.
Kegagalan Spanyol di Piala Dunia Jerman 2006 di bawah Pelatih Inaki Saez menjadikan Aragones sangat hati-hati dalam membangun tim. Diakuinya, rentetan kegagalan Spanyol sebelum ini membuat para pendukung mereka seperti sudah putus asa jika timnas kebanggaan mereka bermain di level Eropa. (persda network/bud)
Bagaimana tidak, pelatih Luis Aragones telah menyiapkan dua sistem pola konvensional yang dirubah menjadi pola modern dan dinamis, mengikuti gaya sepakbola cepat dengan presisi tinggi.
Saat ini skuad tim Matador terus mengadopsi pola 4-1-4-1 yang bisa ditransformasikan pada 4-4-2. Secara kasat mata sebenarnya pola itu nyaris sama, hanya saja di level teknis hal itu akan memberikan shock therapy pada setiap lawan Spanyol, terutama di putaran grup. Tak heran jika luapan optimisme juara sudah menyeruak.
"Aku sangat senang, optimis mampu mengembangkan peluang tim ini, semua level yang kami punya sudah memenuhi syarat, kini saatnya kami berpeluang menggondol gelar juara," ujar Luis Aragones (69), seperti dirilis Marca edisi bahasa Inggris, Senin (2/6).
Pola permainan kombinasi 4-1-4-1 yang dikembangkan Aragones memang sangat sesuai dengan matador-matador yang ada di dalam tim. Sebut saja bagaimana dahsyatnya kombinasi Cesc Fabregas, Xabi Alonso, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez untuk mendukung penyerang lubang David Villa yang menyokong penuh Fernando Torres.
Kini Aragones hanya perlu untuk menyiapkan mental anak asuhnya, sesuatu yang selama ini seperti menghilang dari kubu Spanyol. "Benar, tapi pengalaman pasukanku saat ini yang sebagian besar sudah bermain di level Eropa beberapa tahun terakhir, jelas memberi kekuatan tersendiri, aku yakin mereka mampu bertahan,"ucap Aragones, yang menyebut keputusan untuk 'menendang' Raul Gonzales adalah satu langkah positif untuk memunculkan mentalitas juara.
Kegagalan Spanyol di Piala Dunia Jerman 2006 di bawah Pelatih Inaki Saez menjadikan Aragones sangat hati-hati dalam membangun tim. Diakuinya, rentetan kegagalan Spanyol sebelum ini membuat para pendukung mereka seperti sudah putus asa jika timnas kebanggaan mereka bermain di level Eropa. (persda network/bud)
Gary Lineker: Berbalik Dukung Tim Matador
KECEWA dengan prestasi timnas Inggris yang gagal lolos ke putaran final Euro 2008 di Austria-Swiss, membuat legenda timnas Three Lions Gary Lineker memutuskan untuk berpindah ke lain hati. Bukan tanpa sebab jika mantan Lineker bersikap seperti itu, pasalnya jauh-jauh hari ia sudah menjagokan tim negeri Ratu Elizabeth itu untuk menjadi juara perhelatan Euro ke-14 ini. Sayang, kalah bersaing dengan Kroasia membuat Frank Lampard dkk gagal ke ajang bergengsi empat tahunan ini.
Ia pun kini beralih membela Spanyol, yang dinilainya memiliki kekuatan merata di semua lini. "Tim ini memiliki spirit muda yang sungguh luar biasa, Torres, Xavi, Villa, Guiza sampai Casillas masih memiliki tujuan yang sama, juara Eropa sesuatu yang sudah lama sekali tak pernah mereka raih,"ujar Lineker, di dailyrecord, Senin (2/6).
Ia menilai, kombinasi yang beragam dengan latar liga yang berbeda jelas menjadi keuntungan timnas Spanyol guna menghadapi para pesaingnya di Grup D seperti Swedia, Yunani dan Rusia.
Menurutnya, Spanyol bakal mudah melangkah ke babak perempatfinal asalkan mampu tampil dominan dan stabil seperti yang mereka perlihatkan pada babak kualifikasi. "Secara teknis mereka paling jago di grup, tapi Rusia dan Yunani benar-benar harus mereka waspadai jika tidak ingin meleset,"ucap Lineker, memberi nasehat.
Tidak hanya secara teknis semata, dukungan Lineker terhadap tim Matador juga disebabkan dirinya pernah bermain di klub Spanyol dalam rentang karirnya. Barcelona. "Dulu selalu ada spirit yang menular ke timnas dari Barca dan Madrid, mungkin itu kekurangan Spanyol sekarang,"ujar pria berusia 47 tahun ini. (persda network/bud)
Ia pun kini beralih membela Spanyol, yang dinilainya memiliki kekuatan merata di semua lini. "Tim ini memiliki spirit muda yang sungguh luar biasa, Torres, Xavi, Villa, Guiza sampai Casillas masih memiliki tujuan yang sama, juara Eropa sesuatu yang sudah lama sekali tak pernah mereka raih,"ujar Lineker, di dailyrecord, Senin (2/6).
Ia menilai, kombinasi yang beragam dengan latar liga yang berbeda jelas menjadi keuntungan timnas Spanyol guna menghadapi para pesaingnya di Grup D seperti Swedia, Yunani dan Rusia.
Menurutnya, Spanyol bakal mudah melangkah ke babak perempatfinal asalkan mampu tampil dominan dan stabil seperti yang mereka perlihatkan pada babak kualifikasi. "Secara teknis mereka paling jago di grup, tapi Rusia dan Yunani benar-benar harus mereka waspadai jika tidak ingin meleset,"ucap Lineker, memberi nasehat.
Tidak hanya secara teknis semata, dukungan Lineker terhadap tim Matador juga disebabkan dirinya pernah bermain di klub Spanyol dalam rentang karirnya. Barcelona. "Dulu selalu ada spirit yang menular ke timnas dari Barca dan Madrid, mungkin itu kekurangan Spanyol sekarang,"ujar pria berusia 47 tahun ini. (persda network/bud)
Langganan:
Komentar (Atom)

